Rabu, 6 Mei 2026

SNMPTN

Tips Memilih Prodi yang Benar untuk SNMPTN dan SBMPTN 2021 | Daftar Prodi Paling Ketat

Pendaftaran SNMPTN 2021 masih dibuka, persiapan untuk memilih PTN dan program studi jangan sampai salah

Tayang:
LTMPT
Cara memilih Prodi yang sesuai di SNMPTN 2021 dan daftar paling favorit 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kalian yang mau mendaftar SNMPT maupun SBMPTN 2021 jangan sampai salah memilih program studi (prodi)

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) resmi meluncurkan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) serta Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) 2021.

Kiat pilih prodi pertama dan kedua SNMPTN 2021 Ketua Pelaksana LTMPT Budi P Widyobroto dalam kesempatan yang berbeda mengatakan, ada sejumlah ketentuan dalam memilih prodi yang perlu diperhatikan oleh calon mahasiswa.

Ketentuan pertama, setiap siswa dapat memilih dua program studi.

Baca juga: Daya Tampung Universitas ITS Surabaya Lewat Jalur SNMPTN 2021, Terbanyak Sistem Informasi

Namun, salah satunya harus di perguruan tinggi atau politeknik yang berlokasi sesuai domisili.

Dengan kata lain, jika memilih dua program studi, maka salah satunya harus prodi di 1 PTN pada provinsi yang sama dengan SMA/MA/SMK asalnya.

Namun, jika hanya memilih satu program studi, dapat memilih PTN yang berada di provinsi manapun.

"Khusus SNMPTN, adik-adik punya kewajiban memilih perguruan tinggi di mana SMA adik-adik berada. Jadi adik-adik jalur SNMPTN diizinkan memilih 2 program studi. Kalau memilih 1 program studi boleh di PTN mana pun. Kalau memilih 2 program studi, salah satu PTN harus di daerah SMA sekolah berada," terang Budi.

Budi menyarankan calon mahasiswa yang nantinya akan mengikuti SNMPTN 2021, agar memilih prodi yang benar-benar disenangi.

Baca juga: Daftar 20 PTN Paling Banyak Diminati Perserta di SNMPTN 2020 Bisa Jadi Patokan

"Kalau senangnya satu ya satu saja, kalau dua senang, ya pilih dua, jangan sampai bila sudah diterima tidak dipakai," jelas Budi.

Pasalnya, bila calon mahasiswa telah diterima di SNMPTN 2021 maka sudah pasti tidak akan bisa mengikuti UTBK-SBMPTN 2021.

Sehingga, memilih jurusan atau PTN pada saat SNMPTN perlu dipertimbangkan dengan baik.

"Kalau misalkan diterima di pilihan kedua (SNMPTN) dan ternyata tidak senang, itu sudah tertutup tidak bisa ikut UTBK SBMPTN. Tidak punya nilai UTBK, banyak perguruan tinggi di jalur mandiri mensyaratkan nilai UTBK," jelasnya.

Baca juga: Daya Tampung SNMPTN Universitas Indonesia Tahun Ajaran 2021/2022 | Nilai UTBK

Sehingga, LTMPT menyarankan calon mahasiswa yang akan mengikuti SNMPTN untuk memilih program studi dan PTN yang benar-benar disenangi.

Namun, ketentuan tersebut tidak berlaku pada SBMPTN 2021.

Pada SBMPTN 2021 calon mahasiswa bebas untuk memilih prodi dan PTN.

Setiap siswa, tulis LTMPT, diperbolehkan memilih dua program studi pada satu PTN atau masing-masing satu prodi pada dua PTN.

"Kalau SBMPTN ini bebas. Kalau adik-adik SMA-nya di Makassar, boleh memilih Unair atau UGM atau yang lain, dua PTN di luar daerah tidak masalah," terang Budi.

Bisa pilih S1 dan D4

Sekaligus Budi juga memaparkan, D4 di Politeknik dan D4 di beberapa perguruan tinggi memang akan mengikuti SNMPTN dan SBMPTN di tahun 2021.

Jadi, lanjut dia, siswa bisa memilih dua program studi yang menggabungkan S1 dan D4.

"Pilihan dari siswa tersebut, jadi misalkan boleh memilih dua program studi, itu bisa dilakukan satu di universitas atau institut yaitu jenjang S1, kemudian satunya itu memilih di politeknik di jenjang D4 atau S1 terapan," jelas Budi.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (Kompas.com)

Meski begitu, Nasih menekankan, politeknik akan memberikan bobot lebih untuk lulusan SMK sesuai dengan jurusannya.

"Bila siswa SMK milih politeknik akan diberikan bobot lebih di indeks sekolahnya sehingga kesempatan untuk masuk lebih tinggi ketimbang memilih program akademik lain.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua LTMPT Mohammad Nasih mengatakan ada sejumlah perbedaan antara seleksi masuk PTN di tahun 2021 dengan tahun 2020.

Salah satunya calon mahasiswa di tahun 2021 memiliki kesempatan untuk memilih prodi D4 di Politeknik.

Meski begitu, Nasih mengingatkan calon mahasiswa bahwa daya tampung PTN berbeda-beda.

Sehingga, hal tersebut juga perlu dipertimbangkan saat memilih prodi sebagai sebuah strategi.

Pasalnya, bila peminat banyak dan daya tampung sedikit, maka tingkat persaingan atau keketatan semakin tinggi.

Pada SNMPTN 2020 misalnya, sebanyak 96.496 siswa dinyatakan lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2020.

Nasih sempat memaparkan sejumlah program studi (prodi) yang paling banyak diminati oleh peserta sehingga memiliki keketatan tinggi.

Baca juga: Daya Tampung SNMPTN 2021 UIN Jakarta, Paling Banyak Akuntansi dan Sastra Inggris

“Ada kecenderungan para siswa untuk fokus dan tertarik pada bidang-bidang teknik disusul dengan farmasi, baru ke program studi lain yang jadi incaran,” kata Nasih pada konferensi daring tahun lalu.

Keketatan persaingan sendiri merupakan perbandingan antara persentase peserta yang diterima dengan jumlah pendaftar.

Misalnya, dari total 10.000 pendaftar untuk jurusan Saintek, PTN hanya menerima 100 mahasiswa, maka keketatannya sebesar 100:10.000 atau 1:100 atau 1 persen, yang berarti dari 100 pelamar hanya 1 orang yang diterima.

Berikut 40 prodi Saintek maupun Soshum dengan keketatan tertinggi di SNMPTN 2020, melansir data LTMPT:

Saintek

1. Teknik Informatika, Universitas Padjadjaran

Keketatan: 1,20 persen

2. Farmasi, Universitas Diponegoro

Keketatan: 1,26 persen

3. Farmasi, Universitas Sebelas Maret

Keketatan: 1,38 persen

4. Farmasi, Universitas Syiah Kuala

Keketatan: 1,61 persen

5. Kedokteran Gigi, Universitas Diponegoro

Keketatan: 1,73 persen

6. Teknik Informatika, Universitas Hasanuddin

Keketatan: 1,80 persen

7. Teknik Informatika, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Keketatan: 1,85 persen

8. Farmasi, Universitas Padjadjaran

Keketatan: 1,88 persen

9. Teknik Informatika, Universitas Negeri Malang

Keketatan: 1,88 persen

10. Farmasi, Universitas Jenderal Soedirman

Keketatan: 1,89 persen

11. Sistem dan Teknologi Informasi, Universitas Negeri Jakarta

Keketatan: 1,90 persen

12. Ilmu Aktuaria, Universitas Gadjah Mada

Keketatan: 1,93 persen

13. Pendidikan Teknik Informatika, Universitas Negeri Yogyakarta

Keketatan: 1,96 persen

14. Gizi, UPN "Veteran" Jakarta

Keketatan: 2,03 persen

15. Farmasi, Universitas Lampung

Keketatan: 2,14 persen

16. Gizi, Universitas Diponegoro

Keketatan: 2,15 persen

17. Farmasi, Universitas Hasanuddin

Keketatan: 2,17 persen

18. Keperawatan, Universitas Jenderal Soedirman

Keketatan: 2,18 persen

19. Psikologi, Universitas Padjadjaran

Keketatan: 2,20 persen

20. Ilmu Gizi, Universitas Jenderal Soedirman

Keketatan: 2,23

Soshum

1. Manajemen, Universitas Negeri Jakarta

Keketatan: 0,93 persen

2. Manajemen, Universitas Padjadjaran

Keketatan: 1,31 persen

3. Ilmu Komunikasi, Universitas Negeri Jakarta

Keketatan: 1,33 persen

4. PGSD, Universitas Sriwijaya

Keketatan: 1,34 persen

5. Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran

Keketatan: 1,42 persen

6. Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Indonesia

Keketatan: 1,63 persen

7. Akuntansi, Universitas Negeri Jakarta

Keketatan: 1,63 persen

8. Psikologi, Universitas Negeri Yogyakarta

Keketatan: 1,68 persen

9. Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Gadjah Mada

Keketatan: 1,72 persen

10. Bisnis Digital, Universitas Padjadjaran

Keketatan: 1,91 persen

11. Ilmu Komunikasi, Universitas Indonesia

Keketatan: 2,00 persen

12. Ilmu Komunikasi, Universitas Gadjah Mada

Keketatan: 2,03 persen

13. Manajemen, Universitas Pendidikan Indonesia

Keketatan: 2,07 persen

14. Ilmu Komunikasi, Universitas Pendidikan Indonesia

Keketatan: 2,08 persen

15. Manajemen, Universitas Sebelas Maret

Keketatan: 2,10 persen

16. Sastra Inggris, Universitas Negeri Jakarta

Keketatan: 2,11 persen

17. Manajemen, Universitas Gadjah Mada

Keketatan: 2,15 persen

18. Akuntansi, Universitas Negeri Yogyakarta

Keketatan: 2,29 persen

19. Ilmu Komunikasi, Universitas Sebelas Maret

Keketatan: 2,35 persen

20. Manajemen, Universitas Negeri Yogyakarta

Keketatan: 2,38 persen  

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Intip 40 Prodi dengan Persaingan Terketat di SNMPTN 2020",

dan  "Tips Pilih Prodi Pertama dan Kedua di SNMPTN 2021"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved