Breaking News:

Narkoba

Kapolsek Perempuan Pesta Sabu Dengan Anak Buahnya Bikin Heboh, IPW Duga Mereka Sindikat Narkoba

Kapolsek Perempuan Pesta Sabu Dengan Anak Buahnya Bikin Heboh, IPW Duga Mereka Bagian dari Sindikat Narkoba

Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Nama Kompol Yuni Purwanti, Kapolsek Astana Anyar, kini menjadi sorotan setelah ditangkap Propam Mabes Polri dan Propam Polda Jabar. Kompol Yuni diduga terlibat kasus narkoba bersama 11 anggota lainnya. Padahal selama ini Kompol Yuni biasa memberantas kasus narkoba dengan menangkapi pelakunya. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan fenomena baru sedang melanda jajaran kepolisian di mana pejabat Polri, yakni seorang Kapolsek perempuan memimpin anak buahnya melakukan 'pesta' narkoba, hingga mereka terciduk barsama-sama. 

"IPW menilai, apa yang dilakukan Kapolsek wanita di Bandung itu adalah tantangan bagi kapolri baru Listyo Sigit Prabowo, bahwa narkoba bukan hal main main lagi, tapi sudah menggerogoti jantung kepolisian dimana seorang Kapolsek perempuan tega teganya memimpin anak buahnya untuk berpesta narkoba bareng," kata Neta kepada Warta Kota, Kamis (18/2/2020).

Baca juga: Wakil Wali Kota Depok Terpilih Imam Budi Hartono dan Istrinya Positif Covid-19: Mohon Doanya

IPW katanya melihat kasus polisi terlibat narkoba selalu berulang.

"Namun inilah yang pertama kali ada serombongan polisi ditangkap karena terlibat narkoba dan "pesta" narkoba itu dipimpin seorang Kapolsek wanit," kata Neta. 

Ke 12 polisi yg menggunakan narkoba itu menurut Neta, seperti gerombolan mafia narkoba yang sedang beraksi, yang dipimpin bosnya, seorang kapolsek wanita. 

"Bagaimana pun kasus yang sangat memalukan ini merupakan pukulan telak bagi polri, khususnya bagi kapolri baru," ujarnya.

Baca juga: Promo Makanan Kamis 18 Februari di JCO, KFC, Dunkin Donuts, Burger King, Pizza HUT, BreadTalk

Karenanya kata Neta, IPW berharap kasus ini diusut tuntas agar diketahui apakah ke 12 polisi itu merupakan bagian dari sindikat narkoba di Jawa barat atau hanya sekadar pemakai. 

"Tapi mengingat jumlah mereka begitu besar patut diduga mereka adalah sebuah sindikat. IPW berharap dalam proses di pengadilan ke 12 polisi itu dijatuhi vonis hukuman mati karena sudah mempermalukan institusi polri dan mencederai rasa keadilan publik," kata Neta.

Saat ini kata Neta anggota Polri Sangat rawan terlibat narkoba.

Bahkan kerap menjadi incaran para bandar untuk memanfaatkannya, baik sebagai backing maupun sebagai pengedar atau pemakai. 

Baca juga: Hani Exid Jatuh Cinta dengan Pria Lebih Muda dalam Drama Korea How To Be Thirty

"Sebab itu dari tahun ke tahun jumlah polisi yang terlibat narkoba terus bertambah. Hal ini dikarenakan uang yang didapat dari peredaran narkoba adalah dana segar yang gurih dan para bandar tak segan-segan memberikan dana segar itu untuk oknum polisi asal bisnisnya lancar," ujarnya.

Mengingat anggota polri sangat rawan terlibat narkoba, menurut Neta, Mabes polri perlu menerapkan pengawasan berjenjang, yakni setiap atasan mengawasi sikap, prilaku dan kinerja bawahannya. 

"Begitu ada yang terindikasi terlibat narkoba langsung dipecat dan diarahkan untuk kena hukuman mati. Tujuannya agar narkoba tidak menjadi momok dan bahaya laten bagi institusi kepolisian," kata Neta. (bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved