Wibi Aldrino: Pedagang Tanah Abang Jangan Terlena Setelah Dapat Vaksin
Sekalipun vaksin diberikan untuk meningkatkan antibodi, namun penerimanya tetap berpotensi menularkan virus kepada yang lain
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mengingatkan, pedagang Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat jangan terlalu terlena setelah divaksinasi Covid-19.
Mereka tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan dan gerakan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sesering mungkin.
Hal itu dikatakan Wibi saat meninjau vaksinasi tahap kedua di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu (17/2/2021). Ada tiga pesan yang disampaikan Wibi kepada pedagang, termasuk kelompok yang mendapatkan vaksin di tahap kedua ini.
Pertama, penerima vaksin harus menerapkan 3M saat berada di luar rumah. Sekalipun vaksin diberikan untuk meningkatkan antibodi, namun penerimanya tetap berpotensi menularkan virus kepada yang lain dengan kategori orang tanpa gejala (OTG).
Baca juga: Rekaman CCTV Jadi Petunjuk Polisi Bekuk Seorang Pelaku Pencurian Warung Nasi
Baca juga: Calon Wali Kota Tangsel Terpilih Benyamin Davnie Syukuri Keputusan MK Tolak Gugatan Muhamad-Rahayu
“Penerima vaksin harus tetap mematuhi 3M untuk melindungi diri sendiri termasuk orang lain, terutama melindungi orang yang belum mendapatkan vaksin dan memiliki riwayat komorbid,” katanya.
Wibi melanjutkan, pesan kedua adalah masyarakat Jakarta diminta bersabar dalam proses vaksinasi Covid-19. Kata dia, penerima vaksinasi yang sangat banyak membuat proses penyuntikkannya membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, terdapat 7,9 juta warga Ibu Kota yang terdata bakal mendapatkan vaksin Covid-19. Proses vaksinasi ini diproyeksikan bakal memakan waktu selama beberapa bulan.
“Pada saatnya pasti semua kebagian, tapi ini kan sudah diatur pemerintah untuk memprioritaskan kelompok-kelompok tertentu. Misalnya tenaga kesehatan dan kelompok layanan publik,” ujar pria yang juga menjadi anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta ini.
Wibi mengatakan, untuk pesan ketiga hendaknya calon penerima Covid-19 bersikap jujur kepada tenaga kesehatan mengenai kondisi tubuhnya. Mereka harus menceritakan kemungkinan memiliki riwayat penyakit komorbid atau sebagai penyintas Covid-19.
Baca juga: KETUA MUI CHOLIL Nafis Ingatkan Mualaf Tidak Langsung Jadi Ustaz: Ngaji Ilmu Agama Dulu Baru Ceramah
Baca juga: Selain Jennifer Jill, Polisi Juga Sempat Ringkus Artis Ajun Perwira
“Vaksinasi harus benar-benar dicek bahwa yang bersangkutan ngga ada penyakit bawaan. Tujuannya untuk meminimalisir risiko akibat mendapat vaksin,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Wibi mendukung kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam program vaksinasi Covid-19 ini. Dia berharap, vaksinasi tahap kedua kepada pelaku UMKM ini dapat mendorong geliat ekonomi di Ibu Kota.
“Seperti kita ketahui bersama bahwa virus ini tidak hanya menyerang kesehatan masyarakat, tapi berdampak pada ekonomi dan sosial. Tentu kami berharap, kegiatan ini dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan warga tetap patuh terhadap 3M,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/wibi.jpg)