Vaksinasi Covid19
Kerja di Lingkungan Rumah Sakit hingga Beresiko Tinggi Terpapar Covid-19, Johny Lega Telah Divaksin
Kerja di Lingkungan Rumah Sakit hingga Beresiko Tinggi Terpapar Covid-19, Johny Lega Telah Divaksin. Berikut Selengkapnya
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dwi Rizki
WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Bekerja di lingkungan rumah sakit rujukan Covid-19, membuat Johny Randy Hasiholan mengaku khawatir dan was-was kalau dirinya terpapar Covid-19.
Ia juga takut jika dirinya menjadi pembawa virus corona itu ke anggota keluarga.
Karenanya setelah menerima vaksin Covid-19 sehari setelah Presiden Joko Widodo, staf administrasi atau back office di RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur itu, mengaku sedikit lega.
"Walau saya gak berhubungan langsung dengan pasien Covid-19 karena kerja di back office RSUD, tapi terus terang saya agak khawatir juga bisa terpapar dan menulari keluarga," kata ayah empat anak itu saat dihubungi Warta Kota, Sabtu (23/1/2021) lalu.
Karenanya setelah menerima vaksin Covid-19, Kamis (14/1/2021) lalu, Johny sedikit bernafas lega.
Meski begitu penerapan protokol kesehatan ketat baik di lingkungan kerja hingga sampai ke rumah, tetap ia lakukan.
"Tetap pakai masker, cuci tangan dengan sabun dan jaga jarak," ujar Johny.
• Buka Selama PSBB, Satpol PP DKI Jakarta Akhirnya Tutup Paksa New GSH Karaoke and Resto
Menurut Johny, setelah sepekan lebih mendapat vaksin Covid-19, tidak ada dampak atau efek kesehatan berarti yang ia rasakan.
"Kalau saya sih, tidak ada dampak atau efek sama sekali. Saat ini kami bersiap menerima vaksin kedua. Informasinya sekitar dua minggu ke depan lagi," kata Johny.
Johny berharap masyarakat yang nantinya juga akan menerima vaksin Covid-19 untuk tidak menolaknya atau takut terhadap efek samping yang ada.
"Karena saya merasa aman dan tetap sehat, setelah divaksin. Jadi saya rasa masyarakat tidak perlu takut divaksin," katanya.
• Normalisasi Garapan Ahok Dihapus Dalam RPJMD 2017-2022, Wagub DKI: Mengakomodir Masukan Semua Pihak
Dengan menerima vaksin kata dia diharapkan kekebalan komunitas atas Covid-19, terbentuk hingga diharapkan pandemi berakhir.
"Meski divaksin, penerapan protokol kesehatan ketat harus tetap dilakukan," katanya.
Ia mengaku meski lingkungan kerjanya menerima pasien Covid-19, sebagai back office ia tidak berhubungan langsung dengan para pasien Covid-19.
"Jadi untuk jam kerja saya tidak terlalu banyak perubahan, sekalipun RSUD Pasar Rebo menjadi salah satu rujukan pasien Covid-19," katanya.
Ke depan, Johny berharap semua langkah yang dilakukan pemerintah ditambah kesadaran masyarakat, dapat membuat pandemi ini segera berakhir di Indonesia. "Kita semua harus sama-sama melawan pandemi ini," kata dia. (bum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jec-eye-hospitals-and-clinics-vaksinasi-covid-19.jpg)