Senin, 27 April 2026

Virus Corona

UPDATE Covid-19 di Indonesia: Pasien Sembuh Bertambah 11.641, DKI Total Kasus Sembuh Terbanyak

Pasien sembuh di Indonesia bertambah 11.641 orang, menjadi total 917.306 pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh.

Biro Pers Setpres/Kris
Saat ini DKI Jakarta menjadi provinsi dengan total kasus dan pasien sembuh terbanyak di Indonesia, yaitu 283.893 kasus Covid-19 dan 254.077 orang dinyatakan pulih. Foto dok: Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan vaksinasi massal bagi nakes di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - DKI Jakarta menjadi provinsi dengan total kasus dan pasien sembuh terbanyak di Indonesia, yaitu 283.893 kasus Covid-19 dan 254.077 orang dinyatakan pulih.

Sementatara itu Data yang dikumpulkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada Kamis (4/2/2021) memperlihatkan, pasien sembuh bertambah 11.641 orang, menjadi total 917.306 pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh.

Selain itu, terjadi juga penambahan 11.434 kasus baru dan 231 orang meninggal karena Covid-19, menurut data yang dikumpulkan sejak Rabu (3/2) siang.

Video: Tenaga Kesehatan DKI Mulai Divaksin Covid-19, Hanya Percaya 70 Persen Efek Vaksin

Artinya, dengan penambahan itu maka total terdapat 1.123.105 kasus di Indonesia dan 31.001 orang meninggal karena Covid-19 sejak kasus pertama ditemukan di Indonesia pada Maret 2020.

Data Satgas yang diterima di Jakarta pada Kamis itu juga memperlihatkan dengan penambahan tersebut maka terdapat 174.798 kasus aktif atau pasien yang menjalani perawatan dan isolasi akibat terkonfirmasi Covid-19.

Tercatat juga 74.260 orang yang masuk dalam kategoris suspek.

PRAKIRAAN Cuaca Jumat 5 Februari, BMKG: Waspadai Hujan Kilat dan Angin Kencang di Jaksel-Jaktim

Disindir Henry Subiakto, Susi Pudjiastuti Malah Ngajak Berkenalan, Sang Profesor pun Jadi Trending

Hasil itu didapat setelah pemerintah hari ini melakukan pengujian 68.744 spesimen dari 42.168 orang di 613 jejaring laboratorium di seluruh Indonesia.

Terakumulasi sudah diuji 9.502.313 spesimen dari 6.322.350 orang.

Tingkat positif nasional kini mencapai 17,8 persen, didapat dari pembagian hasil positif kumulatif dengan total jumlah orang yang diperiksa.

Pada hari ini 33 provinsi melaporkan keberadaan kasus baru, dengan hanya Nusa Tenggara Barat yang tidak mencatat adanya penambahan pasien Covid-19.

Patut Dicontoh, Provinsi Kalbar dan Riau Sukses Tekan Penularan Covid-19

Lima provinsi yang pada hari ini melaporkan pasien konfirmasi baru terbanyak adalah DKI Jakarta dengan 3.632 kasus baru, Jawa Barat 2.020 kasus baru, Jawa Tengah 1.775 kasus baru, Kalimantan Timur 732 kasus baru dan Jawa Timur dengan 679 kasus baru.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan total kasus dan pasien sembuh terbanyak yaitu 283.893 kasus Covid-19 dan 254.077 orang dinyatakan pulih.

Sementara itu, Jawa Timur menjadi daerah dengan angka kematian terbesar yaitu 8.016 orang.*

WASPADA Long Covid Usai Sembuh dari Virus Corona, Fungsi Paru-paru Menurun, Ini Gejalanya

Penurunan Fungsi Paru-paru Permanen

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dr Agus Dwi Susanto mengatakan, pasien long Covid berpotensi mengalami fibrosis.

Fibrosis ini menyebabkan oksigen tidak bisa masuk ke dalam paru-paru. Akibatnya, pasien mengalami napas yang berat. Hal itu bisa dilihat dari tes uji fungsi parunya.

Pasien tersebut didapati mengalami penurunan fungsi paru lebih dari 30 persen.

Pasien Sembuh dari Covid-19 Berpotensi Mengalami Penurunan Fungsi Paru-paru Permanen

Hal itu disampaikan dr. Agus saat diskusi bertajuk Mewaspadai Efek Jangka Panjang Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (3/12/2020.

"Beberapa pasien kita temukan laporan antara 20 sampai 30 persen mengalami penurunan fungsi paru yang berdampak pada keluhan pernapasan. Pasiennya mengeluh menjadi sesak napas," kata dr. Agus.

Agus menambahkan, bahwa long Covid tidak terkait dengan virus yang masih ada di dalam tubuh pasien.

Tetapi terkait dengan dampak akibat kelainan anatomi yang muncul pascainfeksi dari Covid yang sudah sembuh.

Balita Derita Sakit Paru-Paru di Bogor, Kementerian Sosial Lakukan Respon Kasus

Agus menjelaskan, long Covid itu bukan virus Corona yang tersisa di badan pasien.

Dr. Agus menyebut, gejala-gejala seperti sesak napas, nyeri sendi serta kelelahan secara fisik merupakan tanda dari long Covid.

Menurutnya, hal tersebut merupakan suatu kelainan yang menetap secara anatomik yang akhirnya mempengaruhi secara fungsional pada kondisi pasien.

"Sebenarnya kalau kita bicara long covid, ini bukan coronavirus yang tersisa. Tetapi dalam bahasa medis yaitu gejala yang muncul pasca dinyatakan sembuh dan ini bisa terjadi akibat proses ketika sakit menimbulkan kelainan yang menetap secara anatomik," jelas Agus.

Gejala Fungsi Paru-paru Menurun

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dr Agus Dwi Susanto mengatakan, paru-paru pasien long Covid mengalami Fibrosis.

Fibrosis ini menyebabkan oksigen tidak bisa masuk ke dalam paru-paru.

Akibatnya, pasien mengeluhkan napas yang berat. Hal itu bisa dilihat dari tes uji fungsi paru.

Baca juga: Bertahan Hidup di Hutan dan Gunung, Kelompok Teroris Ali Kalora Cs Kerap Rampas Makanan Warga

Sehingga, kata dr Agus, pasien tersebut didapati mengalami penurunan fungsi paru lebih dari 30 persen.

Hal itu disampaikan dr Agus saat diskusi bertajuk Mewaspadai Efek Jangka Panjang Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (3/12/2020).

"Beberapa pasien kita temukan beberapa laporan, antara 20 sampai 30 persen penurunan fungsi paru akibat berdampak pada keluhan pernapasan."

Baca juga: Musim Libur Telah Tiba! Ayo Tampil Kompak Bareng Orang Tersayang dengan Charles & Keith

"Pasiennya mengeluh menjadi sesak napas," ungkap dr Agus.

Agus menambahkan, long Covid tidak terkait dengan virus yang masih ada di dalam tubuh pasien.

Tetapi, terkait dengan dampak akibat kelainan anatomi yang muncul pasca-infeksi dari Covid yang sudah sembuh.

Baca juga: BREAKING NEWS: Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah Positif Covid-19

Agus menjelaskan, long Covid bukan Covid-19 yang tersisa di badan pasien.

Meski, pasien sudah dinyatakan negatif Covid-19 melalui tes swab.

Dr Agus menyebut, gejala-gejala seperti sesak napas, nyeri sendi, serta kelelahan secara fisik, merupakan tanda Long Covid.

Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 Indonesia 3 Desember 2020: Rekor Baru Lagi! Pasien Positif Tambah 8.369 Orang

Menurutnya, hal tersebut merupakan suati kelainan yang menetap secara anatomik, yang akhirnya mempengaruhi secara fungsional ke kondisi pasien.

"Sebenarnya kalau kita bicara long covid, ini bukan coronavirus yang tersisa."

"Tetapi dalam bahasa medis yaitu gejala yang muncul pasca-dinyatakan sembuh."

Baca juga: Merasa Difitnah Soal Kasus Edhy Prabowo, Ali Mochtar Ngabalin Polisikan Orang Berinisial BBS dan MYH

"Dan ini bisa terjadi akibat proses ketika sakit menimbulkan kelainan yang menetap secara anatomik," jelas Agus. (Antaranews/Fransiskus Adhiyuda)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 30 Persen Pasien Sembuh Covid-19 Mengalami Penurunan Fungsi Paru-paru

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved