Sejarah
Mengenal Santo Valentinus, Martir Gereja Katolik yang Jadi Sejarah Hari Valentine
Bagaimana sejarah hari valentine bermula.Ternyata asal usulnya justru disebut berawal dari Gereja Katolik Roma. Mari kita simak kisah Santo Valentinus
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Sejarah hari valentine sebenarnya simpang siur jika dibaca dari berbagai sumber yang bertebaran dicari lewat google..
Tapi salah satu yang paling banyak disebut justru perayaan hari valentine berawal dari Gereja Katolik Roma.
Ada salah satu santo di Gereja Katolik yang namanya kerap dikaitkan dengan hari valentine.
Dia adalah St Valentine atau Santo Valentinus.
• Thalia Amritha Nyanyikan Susah Lupa, Temani Orang yang Sedang Merasa Sendu Saat Hari Valentine
Bahkan Santo Valentinus tidak hanya dihormati oleh Gereja Katolik Roma.
Menurut wikipedia, gereja lain yang bersifat apostolik dan juga menghormati Santo Valentinus adalah Gereja Orthodoks Timur.
Jika Gereja Katolik berpusat di Roma, Gereja Orthodoks Timur berpusat di Konstantinopel atau Istanbul Turki dan gereja ini dipimpin oleh seorang Patriarkh..
Santo Valentinus menjadi santo karena ia merupakan martir.
Dalam Gereja Katolik, seorang martir juga pada akhirnya bisa memperoleh gelar santo.
Perbedaannya, seorang martir tidak memerlukan bukti pernah melakukan mujizat untuk mendapatkan beatifikasi sebelum akhirnya menjadi santo.
Namun, Santo Valentinus disebut pernah melakukan mujizat seperti mengembalikan pendengaran sipir di mana ia dipenjara.
• BANJIR, Terowongan Penghubung Dua Kampung Tak Bisa Dilalui Pengendara, Terendam Setinggi 1,2 Meter,
Ditulis wikipedia, Santo Valentinus menjadi martir karena ia menolak untuk menangkal Yesus Kristus di depan Kaisar Claudius pada tahun 269.
Website katolisitas-indonesia.blogspot.com menulis tanggal kematian Santo Valentinus adalah 24 Februari 269.
Oleh wikipedia, Kaisar Claudius yang memerintahkan penangkapan dan menghukum mati Valentinus disebut beragama Paganisme Romawi.
Kendati meninggal pada tahun 269, Valentinus baru menjadi Santo Valentinus pada tahun 496 ketika Gereja Katolik dipimpin Paus Gelasius I.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/relikui-santo-valentinus.jpg)