Breaking News:

Ungkap Siapa Muncikarinya, Satpol PP Periksa Belasan PSK, Pria Hidung Belang, dan Pengelola Hotel

Nantinya, kata Muksin, jika ditemukan indikasi tersebut pihaknya bakal berkoordinasi dengan Polres Tangsel.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Dedy
Dokumentasi Satpol PP Tangsel
Ilustrasi: Satpol PP Tangerang Selatan mengamankan puluhan Pekerja Seks Komersial (PSK) di kos-kosan dan hotel. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL --- Pihak Satpol PP Kota Tangsel hingga kini tengah mencari muncikari yang diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang setelah menjaring sejumlah wanita pekerja seks komersial (PSK) beserta pria hidung belang dari dua lokasi penginapan yang berada di kawasan Serpong.

Maka, kata Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel, Muksin Al Fachry, pihaknya sedang menyelidiki satu per satu individu yang terjaring razia tersebut.

Nantinya, kata Muksin, jika ditemukan indikasi tersebut pihaknya bakal berkoordinasi dengan Polres Tangsel.

“Jadi kita amanin dulu kita periksa, kalau Pasar Rebo (Panti Sosial Kementerian Sosial-red) nerima kita kirim ke Pasar Rebo di rehab enam bulan. Tapi kalau enggak mereka kita pulangin ke rumah masing-masing. Tapi kalau ada indikasi penjualan orang, TPPO kita kirim ke Polres,” paparnya, Kamis (4/2/2021).

Muksin mengatakan dari dua lokasi tersebut pihaknya menjaring belasan orang yang diduga kuat sedang melakukan praktik prostitusi.

Pasalnya, dari dua lokasi tersebut pihaknya mendapati sejumlah bukti berupa percakapan kedua belah pihak melalui aplikasi media sosial maupun alat kontrasepsi bekas dan siap pakai.

“Total diamankan 12 orang terdiri dari 6 cewe dan 6 cowo. Dari Hotel Urban didapati 4 cowo dan 2 cewe. Dari kos-kosan di Rawa Buntu didapati 2 cowo dan 4 cewe. Barang bukti yang diamankan alat kontrasepi yang telah digunakan dan masih utuh,” kata Muksin.

Diwartakan sebelumnya, Satpol PP Kota Tangsel mengungkap jaringan postitusi online yang bermarkas di hotel maupun indekos di kawasan Serpong.

Panggil pengelola

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Muksin Al Fachry mengaku pihaknya bakal memanggil  pengelola tempat penginapan yakni Urban Express Hotel Serpong dan indekos yang bertempat di kawasan Rawa Buntu, Serpong. 

Menurutnya pemanggilan tersebut terkait akan didapatinya sejumlah wanita pekerja seks komersial (PSK) beserta pasangan mesumnya pada dua lokasi tersebut saat pihaknya melangsungkan razia prostitusi pada Rabu, 3 Februari 2021 sore. 

Kata Muksin, pemanggilan dilakukan untuk mendalami dugaan dua lokasi tersebut yang dijadikan markas para PSK untuk melayani para pelanggannya tersebut. 

"Tapi nanti kita periksa dulu, ini kategorinya pekerja seks komersial apakah ada yang menyuruh, memfasilitasi atau bangunan itu memang tahu lagi kita dalamin. Nanti kita panggil dulu dia (pengelola penginapan-red) terlibat atau enggak," kata Muksin saat dikonfirmasi, Kota Tangsel, Kamis (4/1/2021).

Muksin menjelaskan pemanggilan didasari regulasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangsel Nomor 9 Tahun 2012 tentang Pasal 40 dan atau Pasal 41 terkait dengan larangan pekerja seks komersial. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved