Kamis, 9 April 2026

Dikti Pastikan KIP Kuliah Terus Berjalan di 2021

Wilayah IV ini meliputi seluruh perguruan tinggi di Jawa Barat dan Banten. KIP Kuliah itu diberikan pada mahasiswa sampai selesai kuliah.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Agus Himawan
wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV, Uman Suherman, usai memberikan Surat Keputusan tentang Izin Pendirian Politeknik Bina Madani di Jalan Industri, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (4/2/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah terus berjalan pada tahun 2021 ini.

Apalagi, ditengah pandemi bantuan KIP Kuliah diharapkan mampu meringankan beban mahasiswa dalam membayar biaya kuliah.

"Masih tetap berjalan KIP Kuliah di 2021 ini, tapi nilai bantuannya bertambah atau tidak belum tahu mudah-mudahan ada penambahan," kata Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV, Uman Suherman, usai memberikan Surat Keputusan tentang Izin Pendirian Politeknik Bina Madani di Jalan Industri, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (4/2/2021).

Uman mengatakan, pada 2020 lalu, di wilayah IV, KIP Kuliah diberikan kepada 8.000 mahasiswa. Wilayah IV ini meliputi seluruh perguruan tinggi di Jawa Barat dan Banten. KIP Kuliah itu diberikan pada mahasiswa sampai selesai kuliah, sehingga tidak dipungut lagi biaya.

Klinik Glafidsya Medika Buka Baru Cabang di Medan

Greysia Polii Pahami Aturan Prokes Yang Ketat Pengaruhi Hasil Pertandingan Di Thailand Open

Selain KIP Kuliah, bantuan lain yang diberikan yakni KIP UKT (Uang Kuliah Tunggal) atau SPP dengan nominal Rp 2,4 juta per mahasiswa per semester. Pada 2020 lalu. Ada sekitar 60.000 mahasiswa yang mendapatkan bantuan ini di wilayah IV. “Kalau KIP UKT itu diberikan pada perguruan tinggi atas nama mahasiswa. Jadi biaya SPP terpotong,” ucapnya.

Diakui Uman, pandemi cukup memukul dunia pendidikan. Kondisi ini terlihat dari jumlah pendaftar masuk perguruan tinggi yang menurun. Ditambah lagi, banyak mahasiswa yang memilih cuti karena kesulitan membayar uang kuliah. “Kesulitan ini juga tidak hanya dirasakan oleh swasta tapi perguruan tinggi negeri,” ucap dia.

Dirinya juga mengapresiasi Politeknik Bina Madani bisa hadir di Kabupaten Bekasi, apalagi di tengah situasi pandemi corona. Ia meyakini, meskipun proses pembelajaran dilakukan secara daring, akan tetapi jika mutu pendidikannya dijaga dengan baik, akan tetapi tinggi peminat mahsiswa baru.

Maka itu, Uman berhara kondisi ini tidak memengaruhi mutu pendidikan. Pihak perguruan tinggi, jangan khawatir karena sebenarnya jumlah penerimaan mahasiswa tidak mempengaruhi akreditasi.

“Bicara akreditasi tidak berkaitan dengan jumlah mahasiswa walaupun ada rasional semakin banyak dosen semakin sedikit mahasiswa semakin baik. Namun memang kami juga berpikir swasta itu pada umumnya masih banyak operasionalnya ditentukan uang masukan dari mahasiswa,” ujar dia.

Tercatat 28 Kematian Ibu Akibat Melahirkan dan 109 Bayi Meninggal, Ini Gebrakan Pemkab Bogor

Lambat Merespon Aduan Warga, Kemenkominfo Perbaiki Layanan Panggilan Darurat 112 Kabupaten Tangerang

Pemerintah pun turut memberikan bantuan operasional pada perguruan tinggi melalui sejumlah hibah. "Bantuan ini diharapkan mampu menjaga mutu Pendidikan atau bahkan dapat meningkatkan akreditasi sebagai jaminan mutu dari sebuah perguruan tinggi tersebut.

Uman mengapresiasi perguruan tinggi yang masih menjaga mutu pendidikan. Terlebih, bagi perguruan tinggi yang menyiapkan kompetensi sumber daya manusia dengan kebutuhan dunia kerja.

“Seperti yang dilakukan di Politeknik Bina Madani atau Bima yang memilih program studi yang sesuai dengan kebutuhan zaman, terlebih di sektor industri yang massif di Kabupaten Bekasi,” paparnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved