Terorisme
Densus 88 Pindahkan 26 Tersangka Teroris Kelompok JAD dari Gorontalo dan Makassar ke Bogor
Puluhan tersangka teroris itu masuk melewati Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menggunakan pesawat komersial
Dalam aksinya, kelompok ini memang sempat merencanakan dan terlibat dalam sejumlah aksi terorisme.
Di antaranya kegiatan teroris di dalam maupun di luar negeri.
"Kelompok ini tentunya memiliki rencana kegiatan yang akan menggangu kamtibmas di negeri ini karena kelompok ini mempunyai kemental untuk melakukan kegiatan bom bunuh diri," ungkapnya.
Lebih lanjut, Rusdi menambahkan kelompok teroris di Makassar yang ditangkap ada yang masih hubungan keluarga.
Baik ayah, istri hingga anak turut ditangkap tim Densus 88 karena terlibat aksi teror.
Sang ayah dan Istrinya bernama Ruli Lian Zeke dan Ulfa Handayani.
Mereka merupakan pelaku pemboman gereja katedral di Zulu Filipina di tahun 2019. Keduanya diketahui memiliki 5 orang anak.
Rusdi bilang, seluruh anaknya ternyata juga diketahui terlibat aksi terorisme.
Satu dari 5 anaknya pun turut tertangkap tim Densus 88 di Makassar.
"Ruli Lian Zeke dan Ulfa Handayani memiliki lima anak. Satu anak sekarang ditahan pihak keamanan Filipina karena terlibat aksi terorisme atas nama Cici. Kemudian dua bergabung dengan kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan, satu masih ada di Suriah, satu tertangkap dari 19 orang di Makassar," jelasnya.
"Kemudian punya menantu Andi Baso yang terlibat kasus pengeboman gereja Oikemene di Samarinda 2016. Artinya dari kelompok ini adalah terdapat bapak, ibu, anak dan menantu terlibat dalam aksi terorisme," tutupnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Densus 88 Pindahkan 26 Tersangka Teroris Kelompok JAD dari Gorontalo dan Makassar ke Bogor
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/densus-88-mabes-polri-memindahkan-26-tsk-teriris-dari-gorontalo-dan-makassar-ke-mabes-polri.jpg)