Selasa, 28 April 2026

Virus Corona Jakarta

Dinkes DKI Usul Gedung Milik Disdik jadi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Gedung Pusat Pengembangan Kompetensi Pendidik Tenaga Kependidikan dan Kejuruan milik Dinas Pendidikan diusulkan jadi ruang isolasi pasien Covid-19.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Instagram @aniesbaswedan
Gedung Pusat Pengembangan Kompetensi Pendidik Tenaga Kependidikan dan Kejuruan milik Dinas Pendidikan diusulkan jadi ruang isolasi pasien Covid-19. Foto dok: RSKD Duren Sawit adalah salah satu rumah sakit milik Provinsi DKI Jakarta yang dikonversi menjadi RS rujukan COVID-19 sejak Maret tahun lalu. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengusulkan agar gedung Pusat Pengembangan Kompetensi Pendidik Tenaga Kependidikan dan Kejuruan (UPT P2KPTK2) milik Dinas Pendidikan dijadikan ruang isolasi pasien Covid-19.

Alasannya, gedung UPT P2KPTK2 yang kini kosong berada di samping Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur yang menangani pasien Covid-19.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pemerintah daerah sedang mengevaluasi usulan dari Dinkes tersebut.

Video: Tingkatkan Prokes Covid-19 di Kota Tangsel Benyamin Davnie Sebut PPKM Efektif

Pada prinsipnya, kata dia, DKI terus mengupayakan menambah fasilitas sarana dan prasarana untuk penanganan Covid-19 di Ibu Kota.

“Seperti yang saya sampaikan terkait penambahan RS, laboratorium, tenaga kesehatan, tempat tidur, ruang ICU, termasuk juga petak pemakaman terus kami upayakan,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Selasa (2/2/2021) malam.

Namun demikian, kata Ariza, warga diminta tetap patuh terhadap protokol kesehatan termasuk gerakan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sesering mungkin.

Baca juga: Adegan Mesum Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi Kembali Terjadi, Kali Ini Terjadi di RSUD Dompu NTB

Baca juga: Arief R Wismansyah Pantau Kesiapan Puskesmas Sudimara Pinang Sebagai Ruang Isolasi Terkonsentrasi

“Sekarang yang paling penting adalah prokes warga Jakarta, sambil terus kita sukseskan program vaksinasi mari menjaga prokes, melaksanakan 3M, 4M, atau 5M,” ujarnya.

“Pola hidup sehat, seimbang, tidur yang cukup, istirahat, makan yang baik, kemudian berolahraga, berjemur, dan berinteraksi secara positif agar kita selalu senang dan sehat. Hindari berbagai aktivitas yang dapat menimbulkan kerumunan,” tambah Ariza.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin mengalihfungsikan gedung Pusat Pengembangan Kompetensi Pendidik Tenaga Kependidikan dan Kejuruan (UPT P2KPTK2) menjadi lokasi isolasi pasien Covid-19.

Baca juga: Ruang ICU RS Penuh, Pemkot Bekasi Tambah Kapasitas Ruang Isolasi RSD Stadion Patriot Candrabhaga

Tinjauan ke gedung milik Dinas Pendidikan yang berada di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur ini telah dilakukan pada Jumat (29/1/2021) kemarin.

Meski demikian, dalam unggahan di akun media sosial Instagram miliknya (@aniesbaswedan), orang nomor satu di DKI itu belum mengambil keputusan terkait alih fungsi gedung tersebut.

“Mampir mengecek gedung UPT P2KPTK2 milik Disdik yang ada di sebelah RSKD Duren Sawit, untuk mengkaji potensi diubah jadi tempat isolasi terkendali,” tulis Anies pada Minggu (31/1/2021).

Baca juga: Tangani Persoalan Ketersediaan Ruang Isolasi Pasien Covid, DKI Diminta Gandeng Hotel Kelas Melati

Seperti diketahui, keterisian tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU di 101 RS di Jakarta sudah mencapai 84 persen dari kapasitas.

Adapun kapasitas tempat tidur isolasi saat ini mencapai 8.074 unit, sedangkan ICU mencapai 1.121 unit.

Atas dasar itu, Pemprov DKI berencana menambah lima rumah sakit swasta dan enam hotel untuk menangani pasien Covid-19.

Untuk RS menangani pasien dengan keluhan ringan, sedang hingga berat, sedangkan hotel menampung pasien tanpa gejala.

Baca juga: Dokter Ruang Isolasi di RSU Kota Tangsel Sebut Jumlah Nakes yang Terpapar Covid-19 Meningkat

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, pihaknya tak bisa menargetkan kapan penambahan lima RS swasta itu bisa terlaksana.

Sebab, kata dia, rumah sakit harus menyiapkan seluruh peralatan dan tenaga kesehatan khusus penanganan Covid-19.

“Kami nggak bertarget karena selain menambah RS, kami juga menambah tempat tidur di RS yang sudah ada. Kemudian yang paling sulit adalah SDM (sumber daya manusia), tapi saat ini sudah diberikan kemudahan untuk mendapatkan bantuan SDM,” kata Widyastuti di Balai Kota DKI pada Kamis (28/1/2021).

Baca juga: Gawat, Dalam Dua Hari 150 Orang Terpapar Virus Corona Ruang Isolasi di Kabupaten Bogor Hampir Penuh

Sementara itu Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta Gumilar Ekalaya mengatakan, enam hotel tersebut sebetulnya sudah siap digunakan untuk tempat isolasi pasien tanpa gejala.

Hanya saja kendala yang ditemukan adalah jumlah tenaga kesehatan yang masih terbatas.

Karena itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk menyiapkan tenaga medis.

Nantinya mereka akan ditugaskan menjaga dan merawat pasien selama menjalani isolasi di hotel tersebut.

Baca juga: Pasien Covid-19 Melonjak Pasca Libur Nataru, Ini Solusi Pemkab Bogor Atasi Ruang Isolasi Penuh

“Untuk tenaga medis saat ini kan masih kekurangan yah, jadi kami masih menunggu tenaga medis yang akan stay di hotel-hotel tersebut. Karena di setiap hotel untuk OTG itu harus tetap ada dokter dan perawat yang berjaga,” ujar Gumilar. (faf)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved