Sabtu, 18 April 2026

Wagub DKI Sebut Jokowi Belum Puas terhadap PPKM di Jakarta

DKI menyiapkan fasilitas kesehatan di antaranya tempat tidur isolasi, ruang ICU hingga lahan pemakaman bagi pasien yang meninggal dunia

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Desy Selviany
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahap kedua di Jakarta belum memuaskan. Adapun PPKM tahap kedua dimulai dari Selasa (26/1/2021) sampai Senin (8/2/2021) mendatang.

“Perlu juga kami sampaikan perkembangan Covid-19 di DKI Jakarta, sebagaimana disampaikan Pak Presiden Jokowi dalam PPKM kedua memang hasilnya belum memuaskan,” kata Ariza di Kantor PMI DKI Jakarta pada Selasa (2/2/2021).

Karena itulah, kata Ariza, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat melakukan berbagai upaya di antaranya 3T, yaitu tracing (pelacakan), testing (pengetesan) dan treatment (pengobatan). Untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, DKI meningkatkan pelacakan dan pengetesan kepada warganya.

Baca juga: Presiden Jokowi Bakal Menghadiri Acara Puncak Hari Pers Nasional 9 Februari 2021, Ini Tema HPN 2021

Baca juga: Menteri Desa Minta Kades Bentuk Tim Relawan Pemutakhiran Data Desa Berbasis SDGs Desa

Sedangkan untuk menanggulanginya, DKI menyiapkan fasilitas kesehatan di antaranya tempat tidur isolasi, ruang ICU hingga lahan pemakaman bagi pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Begitu juga jumlah tenaga kesehatan yang terus ditambah dengan menggandeng Kementerian Kesehatan RI. “Prinsipnya DKI Jakarta menyiapkan berbagai dukungan sarana dan prasarananya yang terus kami tingkatkan sesuai situasi dan kondisi,” imbuhnya.

Di samping itu, DKI juga melibatkan aparat penegak hukum di antaranya Polri dan TNI dalam melaksanakan operasi yustisi. Petugas gabungan itu membantu pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan gerakan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Baca juga: VIDEO Anaknya Meninggal, Karen Pooroe Akan Bawa Kesedihannya Sampai Mati

Baca juga: Ketum PBSI Agung Firman Sampurna Kunjungi Pelatnas Cipayung Usai Gagal Penuhi Target Di Thailand

Meski demikian, Ariza bersyukur tingkat kesembuhan warganya terus meningkat hingga 89,3 persen atau 244.202 orang. Sedangkan angka kematian warganya turun menjadi 1,6 persen atau 4.337 orang.

“Evaluasinya (PPKM) memang belum membuahkan hasil yang baik ya seperti harapan kita bersama. Memang disebabkan akibat libur panjang akhir tahun, kemudian masyarakat kita yang mungkin sudah cukup jenuh,” katanya.

“Namun angka penyebaran ini (24.793 kasus aktif) juga tinggi disebabkan oleh tingginya testing yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Pengetesan sudah 115.224 sepekan terakhir, artinya sudah 11 kali lipat lebih dibanding yang diminta WHO,” tambahnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved