Breaking News:

Virus Corona Bekasi

Luhut B Pandjaitan Tegur Wali Kota Bekasi untuk Kendalikan Virus Corona ke Lingkup Terkecil

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, berpartisipasi dalam rapat kerja (raker) kepala daerah yang dipimpin oleh Menko Marves, Luhut B Pandjaitan.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Valentino Verry
Channel YouTube Karni Ilyas Club
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menegur Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, untuk melakukan kegiatan pengendalian Covid-19 hingga lingkup terkecil, lantaran PPKM tak efektif menurunkan angka penyebaran Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, berpartisipasi dalam rapat kerja (raker) kepala daerah yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B Pandjaitan, Minggu (31/1/2021) malam kemarin.

Rahmat mendapatkan instruksi untuk melakukan kegiatan pengendalian Covid-19 hingga lingkup terkecil, lantaran PPKM tak efektif menurunkan angka penyebaran Covid-19.

"Setelah kita dipanggil untuk menyatukan sebuah visi kerja dengan forkopimda dan semalam raker dengan Pak Menteri Maritim dan Investasi dan seluruh gubernur, kita sepakat ini melakukan kegiatan pengendalian pada wilayah yang dinyatakan penyebarannya mengalami kenaikan," kata Rahmat saat ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Senin (1/2/2021).

Ia dan kepala daerah lain diminta untuk menemukan pangkal masalah penyebab semakin tingginya penyebaran Covid-19 secara mikro atau lingkup terkecil.

"Ya yang pertama semua turun ke semua wilayah yang dinyatakan (tinggi) apa penyebabnya, apakah transmisi atau keluarga atau tingkat kepatuhan prokes? Itu yang harus kita identifikasi dan kita kendalikan sedemikan rupa," ungkapnya.

Identifikasi masalah akan dirumuskan melalui data penyebaran di tingkat kecamatan, kelurahan hingga RT/RW dengan harapan pihaknya menemukan pangkal masalah penyebab tingginya penyebaran Covid-19.

"Kita sekarang mau kendalikan ke kelurahan kelurahan Kalau di kelurahan tinggi berarti ada RW yang tinggi dong, kalau ada RW yang tinggi berarti ada warga yang banyak penyebarannya. Jadi nanti desain dengan Pak Kapolres dan Pak Dandim, dan juga desain by name by address," tuturnya.

Sejauh ini, sambung Rahmat, terdapat delapan kelurahan yang menjadi fokus perhatian Pemkot Bekasi. Namun demikian, ia tak merinci kelurahan mana saja yang masih berada pada status zona merah. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilakukan tidak efektif untuk menekan angka kasus Covid-19.

"Berkaitan dengan PPKM 11 Januari-25 Januari, kita harus ngomong apa adanya, ini tidak efektif. Mobilitas juga masih tinggi, kita memiliki indeks mobility-nya ada, sehingga di beberapa Provinsi Covid-nya tetap naik," kata Jokowi.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved