Breaking News:

Kecantikan

Waspada Peredaran Masker Wajah Palsu, Ini Tips Cara Membedakan dengan yang Asli

Waspada bila membeli masker wajah baik yang bentuk bubuk maupun lembaran karena tak sedikit perusahaan membuat yang palsu.

Editor: Dian Anditya Mutiara
istimewa
Waspada peredaran masker wajah palsu, ini Tips membedakan masker wajah yang palsu dan asli 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Waspada marak penipuan produk masker wajah. Berikut ini ada tips cara membedakan masker wajah asli dan palsu.

Pabrik komestik ilegal di kawasan Jalan Swakarya No 49 RT 5/4, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatisih, digerebek kawanan polisi Polda Metro Jaya, Kamis (28/1).

“Ada empat jenis yang dia buat di sini, bahan kosmetik ini jenis masker wajah yang dia buat sendiri contoh seperti ini, empat jenis yang pertama Yoleskin, Acone, NHM dan Youra,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di lokasi, Jumat (29/1/2021).

Masker wajah tersebut kemudian dikemas dan diberi merek. Kemudian, tersangka berinisial CS menawarkan produknya ke pulau Jawa melalui sosial media.

Baca juga: Terbuat dari Rempah-rempah dan Bahan Masakan, 4 Merek Masker Wajah Ilegal Ini Disebar ke Pulau Jawa

“Tempat dia menjual untuk dilakukan pendistribusian ke seluruh Jawa. Bahkan dia menjual melalui media online yang ada,” ungkapnya.

Barang bukti dari pabrik kosmetik ilegal yang disita mabes polri.
Barang bukti dari pabrik kosmetik ilegal yang disita mabes polri. (Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau)

Bahan dasarnya sendiri berasal dari campuran rempah-rempah dan bahan baku masakan, seperti tepung beras, kunyit dan kopi.

Dalam sehari pabrik yang memiliki 12 orang karyawan itu bisa menghabiskan sebanyak 50 kilogram bahan baku dan menghasilkan 1.000 bungkus masker wajah ilegal.

Baca juga: Ragukan Masker Kain, Negara Eropa Mulai Wajibkan Penggunaan Masker Medis di Tempat Umum

“Kami amankan barang bukti bahan baku semua legkap. Dia punya ini (racikan) kan beda-beda. Ada yang kunyit, kopi, macam-macam. Sama dengan masker kosmetik kecantikan,” tutur Yusri.

CS memasarkan produk tanpa izin edar BPOM tersebut ke reseller seharga Rp 60.000 perkilogram, sedangkan harga 1 bungkus kecil masker dijualnya seharga Rp 3.000- Rp 2.000.

Tersangka dikenakan Pasal 197 subsider Pasal 106 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved