Bocah Malang
Bocah Malang Aisyah Alissa Bikin Tenaga Psikolog RLC Kota Tangsel Menangis saat Pulang
Kepulangan bocah malang, Aisyah Alissa, dari RLC Kota Tangsel membuat sejumlah tenaga psikolog menangis.
WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Kepulangan bocah malang, Aisyah Alissa, dari RLC Kota Tangsel membuat sejumlah tenaga psikolog menangis.
Bocah berusia 10 tahun ini dinyatakan pulang usai menjalani masa isolasi selama 13 hari dari fasilitas penanganan khusus pasien bergejala ringan Covid-19.
Penuh tatapan kosong bocah yatim piatu itu menerima sejumlah dokumen kesehatan sebagai tanda dirinya telah berstatus sebagai penyintas covid-19.
"Menurut pedoman Kementerian Kesehatan versi kelima Aisyah itu orang tanpa bergejala. Jadi hari ini secara kesehatan sudah dinyatakan sembuh, kemudian tidak menularkan lagi otu perlu digaris bawah," kata Koordinator RLC Kota Tangsel, Suhara Manullang di kawasan Serpong, Kota Tangsel, Sabtu (30/1/2021).
Suhara menuturkan Aisyah telah menjalani masa isolasi dan perawatan medisnya sejak Minggu, 17 Januari 2021.
Dirinya dibawa ke RLC Kota Tangsel usai sehari prosesi pemakaman sang ibunda bernama Rini Darmakusumah pada Sabtu, 16 Januari 2021 lalu.
Menurutnya, selama menjalani masa isolasi dan perawatan medisnya pihak RLC Kota Tangsel melakukan pemantauan secara kesehatan maupun mentalnya selama 24 jam.
"Selama 13 hari di Rumah Lawan Covid bahwa Aisyah dipantau oleh tim kesehatan selama 24 jam dan juga secara psikologi, psikis ya didampingi oleh tim psikiater," pungkasnya.
Diwartakan sebelumnya, awal tahun 2021 menjadi kisah yang menyedihkan bagi anak perempuan berusia 10 tahun bernama Aisyah Alissa.
Dirinya hanya dapat tertunduk lesuh usai kabar duka menghampiri dirinya. Sebab, ia harus bertahan hidup sebatang kara usai sang ibunda yang bernama Rina Darmakusumah (44) meninggal dunia akibat infeksi covid-19 pada Sabtu, 16Januari 2021.
Nahasnya sang ibu meninggal di depan matanya saat sedang berada di kontrakannya yang beralamat di Jalan Bhayangkara Blok E 26, RT 01/18, Benda Baru, Pamulang, Kota Tangsel.
"Ada waktu di rumah mama sakit sesak napas sama batuk sudah dua minggu. Sempat (berobat-red) mama enggak mau dirawat, maunya pulang," katanya.
Sungguh malang nasib yang menimpa bocah perempuan tersebut. Sebab diketahui, bahwa dirinya hanya hidup berdua dengan sang ibu setelah sang ayah terlebih dahulu meninggal dunia dikala Aisyah masih berusia dua tahun.
Tak mau luput dengan kesedihannya, Aisyah pun terus berjuang melawan penyakit yang menular dan mematikan itu di RLC Kota Tangsel.
Dirinya masuk ke lokasi penanganan khusus pasien infeksi covid-19 itu pada Minggu, dengan rasa duka ia terus melawan penyakit tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/aisyah-alissa-warga-tangerang-hidup-sebatang-kara.jpg)