Sabtu, 18 April 2026

VIDEO PERINGATAN Dini BMKG, Potensi Cuaca Ekstrem Diperkirakan Hingga Februari

Memasuki puncak musim hujan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

Editor: Murtopo
Youtube Wartakotalive.com
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan akan ada cuaca ekstrem yang harus diwaspadai masyarakat. Cuaca ekstrem ini akan terjadi hingga bulan Februari mendatang. 

WARTAKOTALIVE.COM -- Sudah diprediksi sejak Oktober 2020 lalu, BMKG mencatat sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki puncak musim hujan pada bulan Januari saat ini, hingga Februari 2021 mendatang.

Memasuki puncak musim hujan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

Wilayah yang memasuki puncak musim hujan adalah sebagian Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Temggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan sebagian selatan Papua.

"Kami mengimbau masyarakat dan seluruh pihak untuk tetap terus mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang cenderung meningkat di dalam periode puncak musim hujan ini," terang Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, Sabtu (23/1/2021), dikutip Tribunnews dari bmkg.go.id.

Baca juga: PERINGATAN Dini BMKG, Rabu 27 Januari 2021: Akan Ada Hujan Petir Siang Hari di Dua Wilayah Ini

Baca juga: PERINGATAN Dini BMKG: Skenario Cuaca Terburuk Berlangsung, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Memasuki puncak musim hujan, peristiwa cuaca ekstrem berpotensi sering kali terjadi, mulai curah hujan lebat hingga sangat lebat.

Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, mengatakan peningkatan curah hujan dipicu fenomena dan/atau gangguan skala iklim.

Selain itu, perubahan iklim juga memberikan pengaruh.

Lebih lanjut, Guswanto menyebutkan, meski curah hujan sedang, masih berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi karena memasuki puncak musim hujan,

Meski begitu, potensi bencana hidrometeorologi juga dipengaruhi daya dukung atau faktor lingkungan.

"Dari pengamatan BMKG walaupun curah hujan berada pada tingkat sedang, namun masih berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi."

"Hal ini tergantung pada daya dukung lingkungan dalam merespons kondisi curah hujan," terang dia.

Sebagai contoh, jika terjadi banjir bandang, hal ini terjadi karena adanya tumpukan endapan longsor yang masuk ke lembah sungai.

Baca juga: Update Covid-19 Jakarta, Wagub Riza Patria: Semua Sudah Diatur, Segera Tambah 3 Rumah Sakit Rujukan

Juga sisa-sisa penebangan pohon di bagian hulu yang bisa menahan atau membendung air.

Jika hujan terus mengguyur, alirannya akan menjebol tumpukan endapan longsor dan ranting kayu.

Hal ini kemudian menyebabkan endapan dan ranting hanyut dalam kecepatan tinggi, mengakibatkan banjir bandang di bagian hilir.

Baca juga: Efek Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 Dijelaskan Ahli Virologi Prof Kade: Lebih Cepat dan Tahan Lama

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved