Breaking News:

Sofyan Djalil dan Basuki Sidak Pelanggaran Tata Ruang Kawasan Bisnis Grand Kota Bintang Bekas

Kedatangan kedua menteri itu dalam rangka peninjauan terkait pelanggaran pemanfaatan ruang.

Warta Kota
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendatangi kawasan bisnis Grand Kota Bintang, di Jalan Kalimalang, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi pada Rabu (27/1/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendatangi kawasan bisnis Grand Kota Bintang, di Jalan Kalimalang, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Rabu (27/1/2021).

Kedatangan kedua menteri itu dalam rangka peninjauan terkait pelanggaran pemanfaatan ruang. Pasalnya, kawasan bisnis ini berdiri di dekat garis sepadan aliran sungai.

"Pelaksanaan pemanfaatan ruang, berupa pembangunan sektoral dan masyarakat harus mengacu pada peraturan rencana tata ruang yang telah ditetapkan," kata Sofyan dalam keterangan kepada awak media, pada Rabu (27/1/2021).

Ia mengungkapkan pelanggaran pemanfaatan ruang di kawasan Grand Kota Bintang Bekasi untuk area komersil yakni berupa, perubahan alur sungai. Perubahan itu juga tidak memiliki izin dari Kementerian PUPR terkait perubahan alur sungai tersebut.

Maka perlu dikenakan sanksi administrasi bidang penataan ruang, yaitu pengembalian fungsi lingkungan dengan pembongkaran dan pelebaran alur Sungai Cakung yang semula 6 meter menjadi kembali 12 meter beserta sempadan sungai selebar 5 meter yang diperuntukan sebagai RTH (ruang terbuka hijau).

Baca juga: Nindy Ayunda Laporkan Suami ke Polisi, Askara Dituding Lakukan Kekerasan Fisik Akhir Desember 2020

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 di Depok, 10 Pejabat Publik Kembali Disuntik Vaksin Covid-19 di RS UI

Pengenaan sanksi pemulihan ruang dilakukan karena sempadan sungai dalam Perda RTRW

"Jadi kawasan Grand Kota Bintang, Kota Bekasi ini merupakan bagian dari Kawasan perkotaan Jabodetabekpunjur. Sanksi pemulihan ruang merupakan salah satu sanksi yang dapat diberikan kepada pelanggar," tuturnya.

Maka selanjutnya, pengembang harus mematuhi atau menjalankan sanksi adminitratif tersebut.

Pengembang diminta melakukan pembongkaran dan pelebaran alur sungai serta penyediaan sempadan Sungai Cakung dilakukan secara mandiri.

Tentunya dengan berdasarkan atas Kajian Indikasi Pelanggaran Pemanfaatan Ruang terhadap perubahan alur Sungai Cakung di kawasan Grand Kota Bintang, Kota Bekasi yang dilakukan oleh Tim Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Pemerintah Kota Bekasi, dan didukung pula Polres Metro Kota Bekasi.

"Pengembang telah diberikan tenggat waktu selama 3 bulan untuk melakukan pembongkaran secara mandiri," tuturnya.

Baca juga: Virus Nipah Berasal dari Inang Kelelawar Buah Menular dan Menyebabkan Kematian, Begini Penjelasannya

Baca juga: Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto Sebut Vaksinasi Covid-19 adalah Pesan Pandemi Akan Berakhir

Ia menegaskan adanya penertiban berupa pembongkaran dan pelebaran Sungai Cakung ini merupakan contoh tindakan bahwa pelanggaran penataan ruang tidak dapat di tolelir dan pengenaan sanksi bidang penataan ruang dapat dikenakan kepada seluruh pelanggar penataan ruang, baik pemerintah, swasta dan masyarakat yang melakukan pelanggaran penataan ruang.

"Pengenaan sanksi diharapkan dapat meminimalisasi tingkat pelanggaran pemanfaatan ruang dan menimbulkan efek jera bagi pelanggar rencana tata ruang serta dapat mengurangi risiko bencana banjir yang terjadi," paparnya.

Dalam kesempatan itu juga, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turut hadir dalam peninjauan kawasan Grand Kota Bintang oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Agus Himawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved