Bisnis

Alokasi Anggaran Sosial Turun, 3 Bulan Pertama 2021 Tarif Listrik Gratis, Kemudian Diskon 50 Persen

Alokasi anggaran untuk pemberian perlindungan sosial di tahun 2021 ini sebesar Rp 150,96 triliun atau turun dibanding tahun 2020, Rp 220,3 triliun.

Istimewa
ILUSTRASI Tarif listrik. Alokasi anggaran untuk pemberian perlindungan sosial di tahun 2021 turun dibanding tahun lalu. Terkait alokasi tarif listrik, pada 3 bulan pertama 2021 masih gratis dan tiga bulan berikutnya diskon 50 persen. 

Ada subsidi kuota terhadap jaringan internet dan program prioritas lain terkait dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang naik menjadi Rp 141,36 triliun dibanding tahun kemarin Rp 66,59 triliun. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Alokasi anggaran untuk pemberian perlindungan sosial di tahun 2021 ini sebesar Rp 150,96 triliun atau turun dibanding tahun 2020 yang mencapai Rp 220,3 triliun. 

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dari alokasi tersebut, tarif listrik masih gratis di 3 bulan awal 2021.

Baca juga: Maret 2021, Bank Terbesar Rusia Sberbank Akan Rilis Mata Uang Kripto Sendiri Sbercoin

"Ada yang dilanjutkan 3 bulan secara bertahap, seperti misalnya listrik diskon 3 bulan pertama digratiskan. Namun, 3 bulan berikutnya diskon 50 persen," ujarnya dalam acara virtual, Selasa (26/1/2021). 

Sementara, alokasi lainnya dari anggaran perlindungan sosial terdiri dari Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 10 juta keluarga, Kartu Sembako, serta Kartu Prakerja. 

Kemudian, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dan Bantuan Sosial (Bansos) Tunai ke 10 juta keluarga penerima manfaat.

Baca juga: Ini Beda Mata Uang Kripto Bitcoin dengan Mata Uang Digital Lain, Bagaimana dengan E-Rupiah?

Baca juga: Edukasi Mata Uang Kripto Bisa Dimulai Lewat Bappebti, Ini 229 Cryptocurrency yang Diakui Pemerintah

Selain itu, ada subsidi kuota terhadap jaringan internet dan program prioritas lain terkait dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang naik menjadi Rp 141,36 triliun dibanding tahun kemarin Rp 66,59 triliun. 

"Ini terdiri dari dukungan terhadap parawisata, sektor yang terkena paling depan yaitu hotel restoran cafe atau horeca, ketahanan pangan, kemudian perkembangan ICT (information and communication technology)," tandas Airlangga. (Yanuar Riezqi Yovanda/Tribunnews.com) 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved