Breaking News:

Virus Corona

Terminal Kampung Rambutan Dukung Pemerintah Pengunaan Alat Genose C19

Alat Diagnosa Cepat Sars-Cov2 (GeNoSe C19) digunakan untuk mendekteksi penumpang dengan cara pengambilan sampel napas.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Hertanto Soebijoto
Youtube Wartakotalive.com
Alat pendeteksi Covid-19 melalui embusan nafas buatan para ahli Universitas Gajah Mada (UGM) GeNose C19 bakal digunakan disetiap moda transportasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIRACAS - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi beberapa waktu lalu melaunching Alat Diagnosa Cepat Sars-Cov2 (GeNoSe C19) di Terminal Kampung Rambutan.

Alat ini digunakan untuk mendekteksi penumpang dengan cara pengambilan sampel napas.

Kemudian hasilnya langsung terdeteksi di tampilan monitor dalam waktu sekitar 50 detik. 

Dengan rencana mengunakan alat tersebut di Terminal dan Stasiun, pihak pengelola Terminal Kampung Rambutan mengaku mendukung atas rencana Pemerintah untuk mengunakan alat tersebut.

"Prinsipnya kami mendukung kebijakan pemerintah. Nah selain itu, sejauh ini kami mengacu dengan aturan prokes dengan mengunakan rapid dan swab antigen," kata Kepala Terminal Kampung Rambutan, Made Joni, Senin (25/1/2021).

Dikatakan Joni, saat ini alat Genose C19 itu memang belum ada di Terminal Kampung Rambutan, sebab kemarin Menhub Budi Karya Sumadi masih melakukan sosialisasi sekaligus launcing alat tersebut.

Baca juga: Wagub DKI Instruksikan Dinas Parekraf Terbitkan Surat Rekomendasi Penutupan Permanen Odin Cafe

Baca juga: VIDEO Genose C19 Akan Dipakai di Terminal Kampung Rambutan untuk Deteksi COVID-19

"Itu kemarin baru perkenalan aja, alatnya sendiri masih tahap pemesanan, jadi belum ada sebenarnya alatnya, jadi kemarin launcing sekaligus sosialisasi," katanya.

Pihak Terminal Kampung Rambutan sendiri tentu akan menyambut baik rencana pemerintah pusat tersebut. Apalagi dengan pengunaan alat Genose itu, lebih efisien dari segi harga.

Tak hanya itu, alat Genose C19 juga sangat membantu masyarakat yang kesulitan untuk melakukan tes Covid-19 agar dapat bepergian menggunakan bus

Baca juga: Menristek: GeNose C19 Kurangi Ketergantungan Kita Pada Impor Alat Screening Covid dari Luar Negeri

"Kalo kita sih dari pengola termina mengikuti aturan dari pemerintah pusat, apabila pempus akan mengunakan aturan Genose ya kita ikuti, tapi sekarang ini kan belum ada nih, alat belum terdistribusi juga kan," ucapnya.

Sebelumnya, GeNose C19 sendiri merupakan inovasi baru yang dibuat UGM untuk mendeteksi Covid-19.

Alat tersebut akan mempermudah pengecekan Covid-19 untuk calon penumpang transportasi karena hanya mengunakan jembatan nafas

Baca juga: Dukung pengembangan GeNose C19, Ganjar Tegaskan Siap Bantu Pendanaan

Dari segi harga GeNose C19 juga relatif murah, tiap pengguna alat deteksi ini hanya perlu membayar kisaran Rp 20 ribu rupiah. (JOS)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved