VIDEO Rian Dmasiv Hibur Korban Bencana Banjir Kalsel
Kehadiran Rian DMasiv Senin (18/1/2021) kemarin cukup membuat para pengungsi di Stadion Demang Lehman Martapura Kabupaten Banjar Kalsel terhibur.
WARTAKOTALIVE.COM -- Rian DMasiv diketahui datang langsung ke lokasi banjir di Kabupaten Banjar Kalsel untuk menghibur para korban bencana.
Kehadiran Rian DMasiv Senin (18/1/2021) kemarin cukup membuat para pengungsi di Stadion Demang Lehman Martapura Kabupaten Banjar Kalsel terhibur.
Di sana, Rian DMasiv membawakan lagu yang berjudul "Esokkan Bahagia" ia juga memberi semangat bagi pengungsi untuk tetap tetap semangat dan tidak menyerah pada keadaan.
Hal ini juga ia unggah di akun Instagramnya @rianekkypradipta. Kepada wartawan yang juga ada di lokasi banjir, Rian DMasiv memberikan pesan agar warga Banua Kalsel tak menyerah.
Baca juga: DPRD DKI Minta Pemprov DKI Jakarta Waspadai Ancaman Banjir Dari Saluran Mikro
Baca juga: Pulihkan Kondisi Psikologi Korban Banjir Bandang Gunung Mas, Polres Bogor Berikan Trauma Healing
Baca juga: Antisipasi Banjir dan Tanah Longsor di Depok, Damkar Kota Depok Siagakan 300 Personel
Di akhir lagu ia juga menyampaikan untuk mengingatkan bagi warga agar selalu menerapkan protokol kesehatan.
Hiburan di tempat pengungsian tergolong minim bahkan hampir tak ada.saat berkeliling Rian DMasiv juga memajang foto bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kemarin, Presiden Jokowi memang ke tempat pengungsian korban banjir di Stadion Demang Lehman Indrasari Martapura Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.
Baca juga: Foto-foto Tri Rismaharini di Dapur Umum, Ikutan Memasak dan Bungkus Nasi untuk Korban Banjir Jember
Walhi kritik Jokowi
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan Kisworo Dwi Cahyono mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penyebab banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Januari 2021 ini.
Adapun, kritikan itu datang kala Presiden Jokowi mengunjungi korban banjir di Kalimantan Selatan pada Senin (18/1/2021) kemarin.
Kisworo menuturkan, seharusnya Jokowi memanggil pemilik perusahaan yang dinilai telah merusak lingkungan Kalsel.
Pasalnya, menurut catatan Walhi, 50 persen dari lahan di Kalsel telah beralih fungsi menjadi tambang batu bara dan perkebunan sawit.
Baca juga: Bantuan Terus Mengalir ke Posko Pengungsi Banjir Bandang Gunung Mas Kabupaten Bogor
Rinciannya, terdapat lahan tambang sebanyak 33 persen dan kelapa sawit 17 persen.
Oleh karena itu, ia mengaku tidak kaget jika bencana banjir terjadi saat ini dan terparah dari tahun-tahun sebelumnya.
"Padahal, sudah sering saya atau Walhi Kalsel ingatkan."
"Kalsel dalam kondisi darurat ruang dan darurat bencana ekologis," ujar Kisworo, pada Selasa (19/1/2021), dikutip dari Kompas.com.
Menurut catatan Walhi, banjir kali ini menjadi yang terbesar dan terluas sejak 2006.
Memang ia membenarkan, bencana banjir sejatinya sudah menjadi bencana yang berulang di Kalimantan Selatan.
Misalnya pada 2006, banjir besar pernah melanda Kalsel.
Tetapi, banjir tersebut tidak sampai merendam 11 kabupaten/kota seperti saat ini.
"Melihat bencana yang selalu terulang. Bahkan setelah 2006, awal tahun 2021 ini bisa dikatakan banjir terbesar dan terluas di Kalsel melingkupi 11 kabupaten/kota," ujarnya.
Bahkan ia menyebut, banjir kali ini juga sudah bisa diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Namun, ia menilai pemerintah lagi-lagi tidak siap dan masih gagap dalam penanganannya.
Menurut Kisworo, pada akhirnya masyarakat lah yang kembali menanggung akibatnya.
Terlebih dilanda banjir di tengah pandemi Covid-19 yang semakin meluas di Kalsel.
"Sudah pandemi Covid-19 dihajar banjir, sudah jatuh tertimpa tangga," ucapnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Alih Fungsi Lahan di Kalsel Sebabkan Banjir Parah, Jokowi Diminta Panggil Perusahaan Tambang
Video Grafer : Yulianto
Editor Video : B.Agus Susanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/rian-dmasiv-diketahui-datang-langsung-ke-lokasi-banjir-di-kabupaten-banjar-kalsel.jpg)