Perpustakaan
Daya Saing Hanya Bisa Diciptakan, Salah Satunya dari Kebiasaan Membaca
Rendahnya budaya baca yang berdampak pada rendahnya literasi masyarakat Indonesia harus dipahami secara komprehensif dan tidak parsial.
Penulis: Ign Agung Nugroho |
"Kemampuan literasi harus digiatkan untuk meningkatkan daya saing," ujar Teguh.
Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Bappenas Subandi mengatakan strategi pembangunan perpustakaan merupakan mendukung pembangunan karakter yang memuat dua kebijakan, yaitu peningkatan budaya literasi dan penguatan institusi sosial penggerak literasi dan inovasi.
Deputi Bappenas lantas menjelaskan secara garis besar peran perpustakaan terbagi tiga, yakni sebagai pusat pengetahuan dan informasi untuk inovasi dan kreativitas, pusat kegiatan masyarakat, dan pusat kebudayaan.
"Perpustakaan harus mendampingi masyarakat dalam meningkatkan soft skill dan hard skill sehingga masyarakat dapat terjun dengan baik ke lapangan kerja di masa depan," ucap Subandi.
Baca juga: Dukung Literasi, Perpustakaan dan Kearsipan Kepulauan Seribu Gelar Dialog Interaktif
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Harya Wibisana menekankan bahwa yang terpenting bukan kemampuan baca dan tulis, melainkan kompetensi dan knowledge.
"Saat ini perpustakaan digital menjadi solusi alternatif. Pemanfaatan aplikasi layanan digital bisa dikorelasikan dengan sosial media sehingga eksplorasi pemanfaatan perpustakaan bisa maksimal," kata Bima. (Ign)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/m-syarif-bando.jpg)