Breaking News:

Satpol PP Setor Rp 65 Juta dari Sanksi Denda Pelanggar PSBB Ketat Dalam Waktu Sembilan Hari

Kelompok masyarakat yang melanggar, karena tidak membawa masker atau tidak memakai masker dengan benar ketika berada di luar rumah.

Warta Kota
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Satpol PP DKI Jakarta mencatat total denda yang disetor pelanggar selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat mencapai Rp 64.900.000. Jumlah itu didata petugas selama sembilan hari, atau sejak PSBB ketat diberlakukan pada Senin (11/1/2021) sampai Selasa (20/1/2021).

Berdasarkan data dari Satpol PP DKI Jakarta, untuk rinciannya pelanggaran tak bermasker mencapai Rp 52.900.000; pelanggaran di perkantoran atau tempat usaha Rp 1 juta dan pelanggaran di restoran atau rumah makan (kafe) sebesar Rp 11 juta.

Baca juga: Jakarta Timur Catat Penyebaran Tertinggi Covid-19 di Ibu Kota

Baca juga: Inggris Lockdown, Garuda Select III Baru Latih Tanding Sekali Dan Imbang 1-1 Dengan Port Vale U-18

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan, untuk total pelanggar yang tak bermasker mencapai 15.491 orang. Rinciannya 15.162 memilih kerja sosial dan 329 orang membayar denda Rp 250.000 atau sesuai kemampuannya.

Kemudian untuk total pelanggar di perkantoran atau tempat kerja mencapai 283 perusahaan, dengan rincian satu membayar denda dan 14 perusahaan ditutup sementara, sedangkan 368 perusahaan mendapatkan teguran tertulis.

“Selanjutnya pelanggaran di restoran/rumah makan atau kafe mencapai 426 tempat. Rinciannya 10 tempat membayar denda dengan total Rp 11 juta, 64 penghentian sementara serta 352 pembubaran dan teguran tertulis,” kata Arifin.

Menurutnya untuk kelompok masyarakat yang melanggar, karena tidak membawa masker atau tidak memakai masker dengan benar ketika berada di luar rumah. Sedangkan tempat usaha dan tempat kerja, mereka melanggar karena tidak membatasi jumlah konsumen atau karyawan maksimal 25 persen dari kapasitas, atau tidak membuat jarak antarkonsumen dan antarkaryawan.

Baca juga: VIDEO Bocah di Pamulang Yatim Piatu Karena Covid, Begini Cerita Tetangga

Baca juga: Aisyah Bocah 10 Tahun yang Hidup Sebatang Kara Akibat Covid Akhirnya Temui Kakaknya Lewat Video Call

Bagi masyarakat yang tidak memiliki uang untuk membayar denda, mereka dapat memilih sanksi sosial dengan membersihkan fasilitas umum. Kemudian para pelanggar, akan didata di aplikasi Jakarta Awasi Peraturan Daerah (JakAPD) yang dimiliki petugas.

Pengenaan sanksi itu tercantum dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 3 tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Perda Nomor 2 tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019. “Sementara untuk total denda PSBB dari 5 Juni 2020 sampai 19 Januari 2021 mencapai Rp 5.803.970.000,” jelasnya.

Meski total denda menembus Rp 5,8 miliar lebih, namun Arifin memastikan DKI tidak berniat mengejar pendapatan dari sanksi tersebut. Adapun sanksi dibuat sebagai instrumen supaya masyarakat lebih taat terhadap ketentuan pemerintah demi menekan potensi penularan Covid-19. “Jadi jangan sampai nanti seolah-olah Satpol PP mengejar penerimaan daerah dari denda,” tegas Arifin.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved