Rabu, 6 Mei 2026

Jakarta Timur Catat Penyebaran Tertinggi Covid-19 di Ibu Kota

Proporsi klaster keluarga terus meningkat dari pekan-pekan sebelumnya, yaitu 44 persen dari sebelumnya 40 persen, 41 persen, dan 43 persen.

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
YouTube Kompas TV
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia 

WARTAKOTALIVVE.COM, JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat wilayah Jakarta Timur paling banyak penyebaran Covid-19 pada Rabu (20/1/2021) mencapai 733 kasus. Kemudian disusul Jakarta Barat sebanyaj 677 kasus dan Jakarta Selatan ada 615 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia, mengatakan untuk wilayah Jakarta utara ada 369 kasus, sedangkan Jakarta Pusat ada 185 kasus dan Kepulauan Seribu ada lima kasus. “Untuk yang terdaftar beralamat di luar DKI Jakarta ada 277 kasus (tujuh persen) dan alamat tidak dilaporkan ada 925 kasus (24 persen),” kata Dwi pada Rabu (20/1/2021).

Berdasarkan catatannya, kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta sampai sekarang mencapai 21.224 orang. Mereka masih ada yang dirawat dan ada juga yang menjalani isolasi mandiri.

Sedangkan jumlah kasus konfirmasi positif secara total di Jakarta sampai Rabu (20/1/2021) mencapai 236.075 kasus. Dari jumlah tersebut, total 210.983 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 89,4 persen dan 3.868 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6 persen.

Baca juga: Menantu Nurhadi Masih Positif COVID-19, Sidang Suap dan Gratifikasi di MA Kembali Ditunda

Baca juga: Jadi Calon Kapolri, Komjen Listyo Sigit Prabowo Berharap Tak Ada Lagi Bahasa Kriminalisasi Ulama

Dwi menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun dari tanggal 11 – 17 Januari 2021, proporsi klaster keluarga terus meningkat dari pekan-pekan sebelumnya, yaitu 44 persen dari sebelumnya 40 persen, 41 persen, dan 43 persen. Sedangkan, klaster perkantoran menurun, yaitu 2,7 persen.

Pascalibur Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru), tanggal 3-17 Januari 2021, tercatat sudah ada 442 klaster keluarga dengan 1.241 kasus positif yang mayoritas melakukan perjalanan dari Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Banten, rata-rata dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Adapun puncak penambahan kasus efek libur Nataru (efek langsung / generasi pertama) diprediksi 14 hari sesudah libur, yakni pada 17 Januari - 31 Januari 2021. Untuk itu, perlu diwaspadai adanya peningkatan pada klaster keluarga. Dwi mengimbau agar masyarakat terus meningkatkan perilaku 3M dan menghindari kerumunan.

Selain itu, perlu juga mengingatkan sesama agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Bagi warga yang sudah memiliki hasil positif dari pemeriksaan Covid-19 dapat menghubungi Puskesmas terdekat untuk dapat ditentukan kondisi keluhannya.

Bagi pasien tanpa keluhan dan keluhan ringan, diarahkan isolasi mandiri atau isolasi terkendali. Bagi pasien dengan keluhan sedang, berat dan kritis akan diarahkan rawat di RS dan Puskesmas dapat membantu mencarikan rujukan. “Apabila warga kesulitan, dapat menghubungi Posko Tanggap Covid-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta 24 jam di nomor 112 atau kontak 081 112 112 112,” jelasnya.

Baca juga: LBH Jakarta Sampaikan 12 Catatan Kritis Kepada Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo

Baca juga: Empat Remaja Beli Miras Pakai Uang Donasi untuk Korban Gempa Sulawesi Barat Ditangkap Satpol PP

Seperti diketahui, kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta kembali menembus rekor pada hari Rabu (20/1/2021) ini. Dalam sehari, kasus baru dilaporkan bertambah 3.786 orang, dan angka ini diklaim tertinggi sejak virus corona ditemukan di Ibu Kota pada awal Maret 2020 silam.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, dari 3.786 orang itu, sebanyak 885 orang merupakan akumulasi data dari satu RS BUMN ddalam tiga terakhir dan satu RS TNI dalam sepekan terakhir yang baru dilaporkan. Sedangkan 2.901 kasus positif merupakan hasil pemeriksaan spesimen yang dilakukan pada Rabu (20/1/2021).

“Pemprov DKI Jakarta telah melakukan pemeriksaan terhadap 17.815 spesimen hari ini. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 15.218 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 2.901 positif dan 12.317 negatif,” kata Dwi berdasarkan keterangan yang diterima pada Rabu (20/1/2021).

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved