Cerita Satgas Soal Bantuan Sosial: Ada Warga Melapor Tak Terima Bansos Begitu Dicek Rumahnya Gedong
Sebanyak 1.800 laporan atau informasi dari masyarakat diterima petugas call center yang disiagakan Satgas Penanganan Covid-19 Karawang.
Penulis: Dedy | Editor: Dedy
WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG --- Sebanyak 1.800 laporan atau informasi dari masyarakat diterima petugas call center yang disiagakan Satgas Penanganan Covid-19 Karawang.
Salah satu pengaduan di antaranya mengenai bantuan sosial pandemi Covid- 19.
Dandim 0604 Karawang Letkol Inf Medi Hariyo Wibowo menyebut pernah ada masyarakat melapor dirinya tak mendapat bansos, sementara tetangganya dapat.
“Saya minta babinsa untuk ngecek. Ternyata rumahnya gedongan (mewah), berarti kan bohong,” ungkap Medi yang juga Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Karawang saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/1/2021).
Meski begitu, kata dia, ada juga laporan bansos yang benar.
Saat itu seorang penelpon mengabarkan ada tetangganya seorang nenek-nenek tak dapat bansos.
“Setelah dicek ternayata betul. Kita kasih bantuan sembako meski berbeda dengan yang dikasih pemerintah,” terangnya seperti dilansir Kompas.com.
Selain itu, call center juga menerima beberapa aduan pelanggaran protokol kesehatan. Pihaknya pun langsung bertindak.
“Yang bohong-bohong akan ketahuan,” tambahnya.
Suatu waktu, seorang warga Bekasi menelpon call center Karawang lantaran membutuhkan bantuan
Evakuasi.
Sebab saat itu call center Bekasi tak bisa dihubungi.
“Saya teruskan informasi tersebut kepada Dandim Bekasi,” ungkapnya.
Warga Karawang, kata Medi, bisa melapor ke call center yang disiagakan Satgas Penanganan Covid-19 jika menemui pelanggaran protokol kesehatan hingga butuh pertolongan.
Medi mengatakan, ada tiga nomor yang siap dihubungi masyarakat kapan saja, yakni hotline WhatsApp di nomor 081388933414, serta telepon di nomor 08119400724 dan 08119400724.
“Call center siaga selama 24 jam,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/nomor-call-center.jpg)