Breaking News:

Profil dan Jejak Karier Marullah Matali, Putra Betawi yang akan Dilantik Sebagai Sekda DKI Hari Ini

Marullah Matali akan dilantik jadi Sekda DKI, merupakan putra Betawi yang telah mendedikasikan hidupnya di Pemprov DKI Jakarta sejak tahun 1996.

Editor: Mohamad Yusuf
Wartakotalive.com/Rizki Amana
Marullah Matali akan dilantik sebagai Sekda DKI Jakarta hari ini, Senin (18/1/2021) pukul 16.00 WIB. Sebelum dilantik sebagai Sekda DKI Jakarta, Marullah Matali sendiri menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Selatan. 

Selain menjadi Ketua Pansel, Suharti juga mengemban amanah sebagai Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman.

Surat itu ditembuskan Suharti kepada Gubernur DKI Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pj Sekda, Plt Asisten Pemerintahan, Plt Inspektur dan Kepala BKD.

Berdasarkan data yang diperoleh, ada 18 calon Sekda DKI Jakarta.

Empat di antaranya aparatur sipil negara (ASN) dari luar instansi DKI.

Sedangkan 14 orang lainnya merupakan ASN yang berkarir di Pemprov DKI.

Skor diperoleh Marullah, berhasil salip Pejabat Sekda DKI Sri Haryati yang turut bertarung memperoleh jabatan definitif Sekda.

Untuk skor yang diperoleh Sri Haryati adalah 75,75.

Berikut skor ASN yang mendaftar untuk jabatan Sekda DKI :

1. Marullah Matali (Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan) skor 78,00

2. Cris Kuntadi (ASN luar DKI) skor 77,67

3. Sri Haryati (Pj Sekda DKI) skor 75,75

4. Sigit Wijatmoko (Wali Kota Administrasi Jakarta Utara) skor 75,58

5. Dhany Sukma (Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) skor 71,25

6. Yusmada Faizal (Asisten Pembangunan Sekda) skor 69,08

7. Moh. Isom (ASN luar DKI) skor 67,96

8. Faisal Syafruddin (Kepala BP BUMD) skor 66,21

9. Achmad Firdaus (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga) skor 65,17

10. Andri Yansyah (Kepala Disnakertrans dan Energi) skor 63,96

11. Arifin (Kepala Satpol PP) skor 63,71

12. Bayu Meghantara (Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat) skor 63,25

13. Irmansyah (Kepala Dinsos) skor 60,75

14. Edi Sumantri (Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah) skor 60,29

15. Firmansyah (anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan) skor 56,50

16. Yudesri (ASN luar DKI) skor 56,13

17. Marwan Idris (ASN luar DKI) skor 55,21

18. Wahyu Haryadi (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan) skor 49,75

Sekda 4 Gubernur

Sekretaris Daerah atau Sekda DKI Saefullah meninggal dunia pada Rabu (16/9/2020) karena Covid-19 di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Saefullah adalah Sekda Pemprov DKI Jakarta dengan lima gubernur yang berbeda-beda.

Ini menjadikan Saefullah adalah Sekda DKi dengan gubernur terbanyak, yakni empat gubernur mulai dari Joko Widodo (Jokowi), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Djarot Saiful Hidayat, hingga Anies Rasyid Baswedan. 

Tetapi, dari keempat gubernur DKI tersebut, komentar Ahok paling beda.

Pertama komentar dia paling singkat dibandingkan dengan ketiga gubernur lainnya.

Kedua, foto yang dia unggah pun berbeda.

Berikut Isi Surat Terbuka Rusmiati, Istri Sekda DKI Jakarta Saefullah: Terima Kasih

Hembusan Nafas Terakhir Sekda DKI Saefullah, saat Sang Istri Ucapkan Kata Ikhlas

Jika ketiga gubernur mengunggah foto-foto berwarna, Ahok memilih foto hitam putih.

Ketiga, jika tiga gubernur lain mengawali tulisan Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, sebelum mengucapkan duka cita, tetapi Ahok langsung menulis dengan ucapan "Turut berduka cita ...."

Berikut adalah komentar keempat Gubernur DKI tersebut --tiga gubernur pertama kini telah menduduki sejumlah jabatan lain-- terhadap putra Betawi kelahiran Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, 11 Februari 1964 ini. 

1. Joko Widodo (Gubernur DKI 2012-2014)

Joko Widodo atau Jokowi adalah Gubernur DKI Jakarta masa jabatan 2012-2017.

Tetapi dia berhenti pada masa jabatan tersebut karena terpilih menjadi Presiden RI dalam Pilpres 2014. 

Saefullah adalah Sekda DKI yang dilantik pada 17 Juli 2014 pada masa jabatan Gubernur DKI Jakarta dijabat oleh Jokowi. 

Kesan Jokowi terhadap Saefullah dituangkan di akun instagramnya.

"Almarhum pernah menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat dan kemudian menjadi Sekretaris Daerah semasa saya menjadi Gubernur DKI Jakarta," ujar Jokowi.

Dia menilai Saefullah orang yang cekatan dalam bekerja.

"Dan saya mengingat almarhum sebagai seorang rekan kerja yang ramah, pekerja keras dan cepat," ujar Jokowi.

Berikut tulisan lengkap di akun instagram Jokowi.

@jokowi: Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Saya turut berduka cita atas berpulangnya Bapak Saefullah, Sekretaris Daerah DKI Jakarta, hari ini, Rabu 16 September 2020. Almarhum pernah menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat dan kemudian menjadi Sekretaris Daerah semasa saya menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dan saya mengingat almarhum sebagai seorang rekan kerja yang ramah, pekerja keras dan cepat.

Selamat jalan Bapak Saefullah. Semoga amal ibadah almarhum mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberiNya kekuatan dan kesabaran.

2. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok, Gubernur DKI 2014-2017)

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) adalah Wakil Gubernur DKI periode 2012-2017, mendampingi Jokowi.

Saat Jokowi terpilih menjadi Presiden RI tahun 2014, Ahok dengan sendirinya langsung dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta setelah diputuskan dalam rapat paripurna DPRD DKI 14 November 2014.

Ketika Ahok menjadi gubernur hingga mengundurkan diri pada Mei 2017 karena tersandung kasus pidana, Saefullah tetap dipercaya menjadi Sekda DKI.

Ahok cukup singkat menggambarkan Saefullah saat mendampinginya.

Foto yang diunggah pun paling beda dibandingkan tiga gubernur DKI lainnya.

Foto Ahok dan Saefullah dalam format hitam putif. 

"Pak Saefullah adalah sosok yang rajin dan cepat dalam bekerja," ujar Ahok.

 Berikut komentar lengkap Ahok di akun instagramnya.

@basukibtp: Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Sekda DKI Jakarta Bapak Saefullah, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan.

Pak Saefullah adalah sosok yang rajin dan cepat dalam bekerja.

3. Djarot Saiful Hidayat (Gubernur DKI 2017)

Setelah Ahok mengundurkan diri karena divonis bersalah dan kemudian masuk penjara karena kasus penistaan agama, Djarot Saiful Hidayat yang semula Wagub DKI Jakarta kemudian naik menjadi gubernur.

Djarot dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara pada Kamis, 15 Juni 2017.

Djarot menjabat gubernur hingga Oktober 2017 saat gubernur baru hasil Pilkada 2017 dilantik. 

Djarot dilantik menjadi Wagub DKI menggantikan Ahok pada 17 Desember 2014.

"Almarhum adalah birokrat karier yang merintis dari bawah. Ketekunan, kesederhanaan, kerja keras dengan tiada pernah mengeluh," ujar Djarot.

Djarot menambahkan, "Loyalitas dan dedikasi kepada pimpinan selalu ditunjukkan dengan kinerja dalam menyelesaikan segala tugas dan tanggung jawab yg diberikan kepada almarhum." 

Berikut komentar lengkap Djarot Saiful Hidayat terhadap Saefullah.

@djarotsaifulhidayat: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, telah berpulang ke Rahmatullah, Bapak Saefullah Sekda DKI Jakarta.

Almarhum adalah birokrat karier yang merintis dari bawah. Ketekunan, kesederhanaan, kerja keras dengan tiada pernah mengeluh.

Loyalitas dan dedikasi kepada pimpinan selalu ditunjukkan dengan kinerja dalam menyelesaikan segala tugas dan tanggung jawab yg diberikan kepada almarhum. Nilai-nilai kebaikan yg telah diwariskan almarhum patut dijadikan teladan bagi kita semua.

Saya dan keluarga menyampaikan duka cita yg mendalam. Semoga Almarhum diberikan tempat terbaik dan keluarga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Selamat jalan pak Saefullah, Insya Allah khusnul khotimah. Aamiin

4. Anies Rasyid Baswedan (Gubernur DKI 2017-2022)

Anies Baswedan dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober 2017.

Saefullah adalah Sekda DKI terlama bersama Gubernur Anies Baswedan.

Anies menulis kesan atas kepergian Saefullah sampai dua kali dan cukup penjang.

Dia juga membagikan sejumlah foto bersama mantan Wali Kota Jakarta Pusat tersebut.

"Mohon doakan. Bagi semua, mari ambil air wudhu dan siang ini kita semua selenggarakan sholat ghaib utk almarhum," tulis Anies di akun instagramnya saat pertama kali mengungah kabar duka cita.

@aniesbaswedan: Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.

Saudara kita, sahabat baik kita, pribadi shaleh yang amat baik itu, telah dipanggil pulang ke rahmatullah, Pak Sekda, Bpk Saefullah wafat pukul 12.55 di RSPAD.

Mohon doakan. Bagi semua, mari ambil air wudhu dan siang ini kita semua selenggarakan sholat ghaib utk almarhum.

#ABW

Anies kemudian kembali mengunggah kesan-kesannya bersama Saefullah dalam tulisan yang cukup panjang.

"Berkerja selalu sepenuh hati tapi suka becanda. Serius tapi tidak ada suasana tegang. Pribadi yang matang, penuh pengalaman, selalu tenang dalam setiap situasi dan selalu tuntas. Atas semua ide, rencana dan tugas yang dihadapkan, bila saya tanyakan dan diskusikan maka jawabnya selalu: bisa!" ujar Anies.

Anies menambahkan, "Sepanjang bekerja bersama, ia belum pernah pamit pulang karena sakit. Senin 7 September 2020, untuk pertama kalinya beliau pamit pulang karena tidak enak badan. Di tengah-tengah Rapat Paripurna DPRD ia pulang."

Berikut kesan Anies terhadap Saefulah yang ditulis panjang diunggah di instagram dan facebook.

@aniesbaswedan: Pribadi saleh, pekerja keras, dan pemurah itu telah pulang ke rahmatullah.

Hampir tiap hari kita bertemu. Berkerja selalu sepenuh hati tapi suka becanda. Serius tapi tidak ada suasana tegang. Pribadi yang matang, penuh pengalaman, selalu tenang dalam setiap situasi dan selalu tuntas. Atas semua ide, rencana dan tugas yang dihadapkan, bila saya tanyakan dan diskusikan maka jawabnya selalu: bisa!

Kita sering berkegiatan bersama hingga lepas tengah malam, lalu besok paginya sudah ada kegiatan. Pak Sekda bisa ikut hadir di kegiatan subuhan bersama-sama. Ini bukan sekadar soal stamina fisik, ini adalah juga soal semangat yang luar biasa besar.

Sepanjang bekerja bersama, ia belum pernah pamit pulang karena sakit. Senin 7 September 2020, untuk pertama kalinya beliau pamit pulang karena tidak enak badan. Di tengah-tengah Rapat Paripurna DPRD ia pulang.

Selama isolasi mandiri kita terus komunikasi. Tidak ada kesan kondisinya berat. Ia tidak pernah mengeluh. Dalam komunikasi, ia tidak pernah memberikan kesan kondisi menurun.

Tapi dari laporan pantauan tim Dinas Kesehatan, kondisinya menurun dan perlu penanganan intensif. Saya terima update tiap hari. Bahkan saat akan dipindahkan ke RSPAD Gatot Subroto ia masih selalu bernada positif.

Pada hari Minggu dini hari, 3 malam yang lalu, Almarhum menulis pesan via WA pukul 1 dini hari kira-kira bunyinya, “Pak Gub malam ini saya pindah ke RSPAD.” Beliau tetap tidak mau menceritakan bahwa kondisinya menurun. Benar-benar pribadi tangguh!

Pak Sekda ini ada dalam setiap perencanaan dan eksekusi semua urusan COVID-19 di Pemprov DKI. Menyiapkan semua jajaran, menggalang sumber daya, dan memastikan terlaksana sesuai rencana. Berbulan-bulan ini kita berkutat urusan Covid bersama-sama.

Allah, Sang Maha Pengatur, memanggilnya pulang. Allah telah cukupkan perannya di dunia ini. Husnul khatimah InsyaAllah...

Ditinggikan derajatnya di sisi Allah. Dimuliakan tempatnya. Diampuni khilafnya. Dan semua kebaikannya selama mengabdi di ibu kota ini dicatat sebagai amal jariyah yang akan mengirimkan pahala tanpa henti kepadanya.

Al-fatihah....

#ABW

Sekda 4 Gubernur

Saefullah dilantik menjadi Sekretaris Daerah DKI Jakarta pada 17 Juli 2014, oleh Basuki Tjahaja Purnama yang saat itu menjadi Plt gubernur menggantikan Jokowi yang cuti karena maju Pilpres 2014.

Ia kembali menjadi Sekda di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), lantas berlanjut di era Gubernur Djarot Saiful Hidayat.

Saat rezim di Balai Kota berganti, Gubernur DKI Anies Baswedan memperpanjang masa jabatan Saefullah.

Masa kerja Saefullah sedianya habis pada 17 Juli 2019.

Anies Baswedan memperpanjang masa jabatan Saefullah, karena menilai kinerjanya bagus.

Seorang pejabat tinggi negara memang bisa menduduki jabatan yang sama lebih dari satu periode, sesuai pasal 117 UU 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Digantikan Sri Haryati

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjuk Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Sri Haryati menjadi Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah.

Perintah itu telah ditetapkan Anies Baswedan pada Senin (14/9/2020) lalu.

Ketika dikonfirmasi, anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Naufal Firman Yursak membenarkan penugasan sementara itu.

Berdasarkan dokumen yang diterima, Anies Baswedan menunjuk Sri Haryati karena Saefullah tidak dapat melaksanakan tugas kedinasannya.

Sebab, Saefullah sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

“Memerintahkan Sri Haryati Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta."

"Untuk melaksanakan tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah disamping," kata Anies Baswedan, dikutip dari dokumen yang diterima pada Selasa (15/9/2020).

"Jabatannya sebagai Asisten Perekonomian dan Keuangan, terhitung mulai tanggal 14 September 2020 sampai dengan pejabat definitif melaksanakan tugas kembali,” tambahnya.

Anies Baswedan mengatakan, dalam melaksanakan tugas tersebut, jabatan Plh tidak memiliki kewenangan mengambil atau menetapkan keputusan dan/atau tindakan yang bersifat strategis.

Di antaranya perubahan status rencana strategis, rencana kerja pemerintah, dan perubahan status hukum kepegawaian.

Misalnya pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian pegawai, kecuali atas izin Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) atau gubernur.

Untuk dapat menjalankan tugas sebagaimana fungsi pejabat definitif melaksanakan tugas sehari-hari.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved