Selasa, 21 April 2026

Virus Corona

PESAN DOKTER REISA Agar Terhindar Dari Penyakit Saat Kasus Covid-19 Meroket

Saat ini kasus positif penyakit Covid-19 terus merokoet dan bertambah dengan angka yang tinggi. Dokter Reisa ajak warga hambat penularan

Biro Pers/Setpres - Muchlis Jr
Juru Bicara Pemerintah dr Reisa Brotoasmoro menjelaskan perkembangan kasus Covid-19 yang meroket di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/1/2021) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

Hindari berkerumun, apalagi hanya dengan alasan kebosanan.

Kurangi mobilitas dan pilih produktif dari rumah.

Dan pastikan juga, keluar rumah untuk agenda penting dan mendesak saja.

"Semakin sedikit orang di ruang publik, maka semakin sulit virus mencari korban baru untuk diinfeksi," imbuh Reisa.

Baca juga: PESAN DOKTER REISA untuk Penderita Hipertensi, Diabetes dan Penyakit Komorbid

Baca juga: PESAN DOKTER REISA Jaga Jarak Pakai Masker dan Cuci Tangan

Dan tak lupa, rajin mencuci tangan minimal selama 20 detik.

Karena hal ini tidak hanya membunuh virus Covid-19, tetapi bakteri-bakteri tidak terlihat di telapak tangan pun dapat mati.

"Kelalaian kita adalah pintu masuknya virus ke tubuh kita," jelasnya.

Ia menjelaskan, ada 3 pintu masuknya yaitu hidung, mulut dan mata.

Kemudian memperbanyak diri di dalam tubuh manusia dan menyerang semau organ tubuh.

Sehingga orang yang terpapar akan jatuh sakit dan dapat mengancam nyawa.

Juru Bicara Pemerintah dr Reisa Brotoasmoro kenakan masker setelah memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden Jakarta melalui siaran kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/10/2020).
Juru Bicara Pemerintah dr Reisa Brotoasmoro kenakan masker setelah memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden Jakarta melalui siaran kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/10/2020). (Biro Pers Setpres/Lukas)

Jika sudah jatuh sakit, maka kesehatan menjadi bernilai harganya.

Meskipun, pasien Covid-19 biayanya ditanggung pemerintah, tetapi kerugian hilangnya waktu dan kerugian non material lainnya yang terlalu mahal.

"Oleh karena itu, sekali lagi, saya tidak bosan-bosannya mengingatkan untuk tingkatkan lagi disiplin 3M. Karena saat giliran kita divaksin pun, disiplin 3M tetap dilaksanan sampai pandemi dinyatakan selesai," ujarnya.

Karena kekebalan kelompok yang dihasilkan vaksin butuh waktu.

Baca juga: Masih Suka Pakai Masker di Dagu? Dr Reisa Jelaskan Akibat Fatal yang Tak Pernah Kita Sadari

Baca juga: Reisa Broto Asmoro Sebut Ada 1.100 Klaster Virus Corona di Indonesia: Sebagian Klaster Keluarga

Untuk itu pemerintah akan memastikan masyarakat mendapatkan 2 dosis suntikan vaksin secara merata.

Dan sampai imunitas bersama masyarakat menolak virus, sehingga tidak memberikan ruang virus untuk memiliki inang baru.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved