Serie A
Andrea Pirlo Kritik Pemain Juventus yang Dikalahkan Inter Milan
Pelatih Juventus, Andrea Pirlo, mengkritik skuadnya yang kalah 0-2 dari Inter Milan di Serie A. Pirlo menilai Juventus tidak punya mental bertarung.
Penulis: Merdisikandar | Editor: Merdisikandar
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pelatih Juventus, Andrea Pirlo, mengkritik anak-anak asuhnya yang kalah 0-2 dari Inter Milan, pada pekan ke-18 Serie A Italia 2020-2021, Senin (18/1/2021) dini hari WIB.
Pada duel di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, itu, gawang Juventus diberondong oleh Arturo Vidal dan Nicolo Barella.
Hasil negatif itu membuat Juventus tertahan di posisi kelima klasemen Serie A musim ini, dengan 33 poin.
Mereka tertinggal tujuh poin dari AC Milan dan Inter, yang berada di urutan pertama dan kedua, dengan poin yang sama.
Kata Pirlo, penampilan Juventus di markas Inter sangat tidak memuaskan dirinya dan juga para suporter I Bianconeri.
“Ini kekalahan yang buruk, kami tidak bisa bermain lebih buruk dari ini dan ini tidak terduga. Namun, kami harus tetap menegakkan kepala kami dan bersiap untuk pertandingan hari Rabu (Kamis, 12/1, dini hari WIB) dan Supercoppa (Italiana) melawan Napoli,” kata Pirlo kepada Sky Sports Italia.
Menurut Pirlo, para pemainnya tidak memperlihatkan mental bertarung sejak awal pertandingan.
“Sikap kami salah sejak awal dan ketika Anda tidak memiliki tekad untuk memenangkan duel, maka akan menjadi sulit,” katanya.
“Kami tidak bermain dengan baik di lapangan, kami segan, takut dengan permainan menyerang yang ditunjukkan Inter. Jadi, dalam pikiran kami hanya ada fokus kepada pertahanan dan bahkan tidak terlalu agresif. Kami membiarkan Inter mengambil inisiatif dan mereka (pemain Juventus) terpuruk dalam situasi seperti itu,“ tambah Pirlo.
Menurutnya, mental bertarung seperti itu menutupi kualitas individu pemain.
“Kualitas individu hanya bisa bersinar jika Anda terlebih dulu menyamai lawan dalam hal agresivitas dan determinasi. Kami tidak melakukan itu dan terlihat jelas,” tuturnya.
Pada kesempatan terpisah, pelatih Inter Milan, Antonio Conte, mengatakan, hegemoni Juventus tidak akan runtuh hanya lantaran kalah dari I Nerazzurri.
“Era berakhir jika Anda tidak merenovasi dan berinovasi. Juve melakukannya dengan sangat baik selama bertahun-tahun. Mereka juga mempertahankan kerangka tim, seperti (Giorgio) Chiellini, (Leonardo) Bonucci, dan (Gianluigi) Buffon, yang memberi Anda pengalaman dan rasa memiliki,” kata Conte.
“Juventus melakukan pekerjaan hebat dengan mendatangkan (Alvaro) Morata, (Dejan) Kulusevski, (Weston) McKennie, dan (Federico) Chiesa, belum lagi Arthur. Itu baru pada musim ini saja. Artinya, ada visi, ada orang yang paham tujuan klub, dan melihat apa yang perlu dilakukan lebih awal,” tambah Conte.
“Luar biasa bahwa Juve telah mendominasi selama sembilan tahun dan ingin meraih scudetto untuk yang ke-10 secara beruntun. Saya pikir peluang mereka masih ada, tetapi klub lain bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk lebih dekat dengan gelar juara. Saya sangat menghormati Juventus, karena mereka berhak atas semua pencapaian tersebut,” kata Conte
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/andrea-pirlo-dipeluk-arturo-vidal.jpg)