Rabu, 22 April 2026

Berita Jakarta

Dibangun Era Presiden Soekarno, Relief di Sarinah Diduga Buatan Edhi Sunarso

Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) menduga pembuat relief di gedung Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat yakni Edhi Sunarso.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi acara Vertival Catwalk menampilkan model berbusana batik menuruni dinding Gedung Sarinah, Menteng, Jakarta Pusat. Saat ini, Sarinah sedang direnovasi. Falam Gedung Sarinah ada bagian relief yang diduga buah karya Edhi Sunarso. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) menduga pembuat relief di gedung Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat yakni Edhi Sunarso.

Dugaan Edhi Sunarso yang membuat relief di Sarinah itu mengacu pada sejarah dibangunnya patung tersebut oleh Presiden RI Ir Soekarno sekitar tahun 1960-an.

Di sisi lain yang menguatkan relief itu dibangun Edhi Sunarso karena Presiden Soekarno sangat menyukai karya-karya patung buatan pria asal Yogyakarta itu di Jakarta.

Di antaranya Tugu Pancoran atau Patung Dirgantara, Jakarta Selatan, Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat,  dan Patung Pembebasan Irian Barat di Lapangan Benteng, Jakarta Pusat.

Anggota TACB Candrian Attahiyat mengatakan, saat ini tim pemugaran Sarinah masih mencari sosok pembuat relief itu.

Alasannya, pihak keluarga Edhi Sunarso ketika dikonfirmasi juga tidak bisa memastikan apakah relief tersebut merupakan karya Edhi Sunarso atau bukan.

Baca juga: Erick Thohir Bereskan Oknum-Oknum Terkait Sarinah, Akan Jadi Pusat UMKM Namun Bantah Anti Asing

Selain itu, TACB belum mengetahui tahun pembuatan relief di Sarinah.

Namun diperkirakan, relief sepanjang 12 meter dan tinggi 3 meter itu dibangun sekitar tahun 1960-an atau pada akhir kepemimpinan Presiden Soekarno.

“Barang ini bagus dan ini sudah ditinjau oleh Pak Asikin (anggota TACB) dan ibu Yuke Ardhiati (penulis buku Dua Relief di Gedung Sarinah)," kata Candrian, Minggu (17/1/2021).

"Tetapi tidak diketahui siapa perupanya padahal sudah dilakukan wawancara dengan pihak keluarga yang diduga karyanya menyerupai relief itu,” ujarnya lagi.

Candrian tidak memandang adanya kemiripan dengan relief tersebut dengan buatan Edhi Sunarso lainnya.

Namun dia melihat eksistensi Edhi ketika membantu Soekarno untuk membangun patung sebagai benda sejarah pada kemudian hari.

“Untuk identik dengan karyanya (Edhi) sih nggak, tetapi ini kan kalau kita kaitkan dengan sejarahnya Bung Karno yang sering memakai jasa Edhi,” ujarnya.

Menurut dia, sosok perupa sangat diperlukan untuk mengidentifikasi relief tersebut karena nantinya akan dikaitkan dengan sejarah.

Baca juga: Manajemen Rayakan Penutupan, McDonald Sarinah Kena Denda Langgar PSBB Jakarta Sebesar Rp 10 Juta

TACB merekomendasikan, bila revitalisasi Sarinah selesai ruangan itu harus dibuka menjadi area publik.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved