Berita Nasional
Jadi Kunci Pemulihan Pariwisata Nasional, Sandiaga Uno Tekankan Penerapan Protokol Kesehatan Ketat
Jadi Kunci Pemulihan Pariwisata Nasional, Sandiaga Uno Tekankan Penerapan Protokol Kesehatan Ketat. Berikut Selengkapnya
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Inspeksi persiapan destinasi super prioritas (DSP, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (7/1/2021).
Dalam kesempatan tersebut, Sandi didampingi Wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong dan Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina.
Tidak hanya ingin melihat langsung persiapan DSP Labuan Bajo, kedatangannya kali ini juga untuk memastikan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, terutama Bandara Komodo.
Disiplin ketat di Bandara Komodo ditegaskannya sangat penting.
Mengingat Bandara Komodo merupakan gerbang masuk wisatwan yang hendak berlibur di Labuan Bajo.
"Kunjungan kita ke Bandara Komodo di Labuan Bajo untuk memastikan bahwa kita secara ketat dan disiplin menerapkan standar protokol covid-19 dan itu memang pesan kita untuk terus memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," ungkap Sandi pada Kamis (7/1/2021).
Baca juga: Ini Alasan Pemerintah Tak Pakai Kata Lockdown untuk Batasi Kegiatan Masyarakat di Jawa dan Bali
Berdasarkan pengamatannya, otoritas Bandara Komodo dinilainya telah melakukan standar potokol kesehatan yang ketat.
Sebab, berdasarkan informasi, Labuan bajo akan menjadin tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 pada tahun 2021 dan ASEAN Summit 2023.
"Akan ada perluasan dari kapasitas sekarang yang mungkin 500.000 untuk meningkat di atas 2 juta (penumpang) dan perpanjangan landasan sudah dan terus akan dilakukan, maupun juga peningkatan kapasitas infrastruktur di sini," jelas Sandi.
"Kita pastikan bahwa kolaborasi dengan kementerian perhubungan, pemerintah daerah dan juga kami di pusat betul-betul menjalankan sesuai dengan arahan Pak Presiden bahwa Labuan Bajo ini menjadi satu dari lima destinasi super prioritas yang betul-betul siap untuk event berskala dunia," tambahnya.
Baca juga: Curhat Wasinah, Pedagang Tahu Keliling Soal Mahalnya Harga Kedelai di Tengah Pandemi Covid-19
Bersamaan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan infrastruktur, Sandi juga menegaskan adanya kesiapan dari produk-produk ekonomi kreatif dan SDM yang mumpuni.
Kesiapan produk lokal ungulan itu ditunjukkannya lewat sepotong kain tenun songke bermotif khas NTT.
Kain tersebut katanya dapat menjadi komoditas unggulan Labuan Bajo di masa depan.
"Saya diberikan songke. Kalau kita lihat warnanya sangat kekinian, lembut, warna yang alami. Ini merupakan satu bentuk usaha berkelanjutan dan ini membuka banyak lapangan kerja di sini," jelas Sandi.
Motif khas Manggarai Barat, NTT yang dirajut dalam kain songke itu pun disampaikan Sandi harus menjadi ciri khas Labuan Bajo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sandiaga-uno-kunjungan-ke-labuan-bajo.jpg)