Serie A
Romelu Lukaku Jadi Striker Terbaik Dunia setelah Gabung Inter Milan
Romelu Lukaku menjadi striker terbaik di dunia setelah merumput di Serie A bersama Inter Milan. Dia ditempa oleh Jose Mourinho dan Roberto Martinez.
Penulis: Merdisikandar | Editor: Merdisikandar
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Romelu Lukaku mengklaim dirinya sebagai salah satu dari lima striker terbaik di dunia pada saat ini. Pemain Inter Milan itu berterima kasih kepada pelatih Jose Mourinho dan Roberto Martinez, yang membuat permainannya berkembang.
Ketika Lukaku ditanya oleh wartawan majalah yang terbit di Belgia, Sport/Voetbalmagazine, apakah menurutnya dia layak masuk ke dalam jajaran lima besar striker terbaik di dunia, tanpa ragu Lukaku membenarkannya.
”Sekarang? Dalam lima bulan terakhir, ya. Saya tidak ingin membuat peringkat daftar itu dari satu sampai lima, tetapi saya adalah bagian dari itu sekarang,“ kata Lukaku.
Penampilan pemain internasional Belgia itu semakin meyakinkan sejak pindah dari Manchester United (MU) ke Internazionale Milano pada tanggal 8 Agustus 2019.
Dia telah mencetak 35 gol sepanjang tahun 2020 dan membuat Inter Milan menjadi kandidat peraih gelar juara Serie A Italia musim ini.
Agen Lukaku, Federico Pastorello, beberapa waktu lalu, menyebut kliennya telah menjadi penyerang terbaik di dunia.
Pujian yang sama disampaikan mantan bomber Inter, Christian Vieri, dengan mengatakan pemain sekelas Robert Lewandowski tidak akan mampu mencetak begitu banyak gol di dalam tim yang dilatih oleh Antonio Conte.
Lukaku sendiri telah mencetak 11 gol di 13 penampilannya di Serie A musim ini, dengan enam di antaranya dicetak di tujuh penampilan terakhirnya.
Meski permainan Lukaku meningkat ke level baru setelah bergabung dengan Inter, yang dilatih Antonio Conte, Lukaku justru memberikan pujian kepada pelatihnya di MU, Jose Mourinho, serta pelatihnya di Everton dan tim nasional Belgia, Roberto Martinez.
Kata Lukaku, kedua pelatih itu sangat berperan dalam mengembangkan kualitas permainannya.
“Mourinho mengajari saya untuk bekerja lebih baik dengan tim, baik dalam hal menekan (lawan) dan memosisikan diri saya lebih baik di lapangan. Lihat saja apa yang dia lakukan dengan Harry Kane sekarang,“ katanya.
“Saya dulu suka sepak bola vertikal. Saya menemukan diri saya paling berbahaya ketika saya menghadapi gawang. Saya cepat, saya bisa melenyapkan lawan secara langsung dengan menggiring bola, atau berbelok ke kiri atau ke kanan,“ imbuh Lukaku.
“Itu adalah permainan saya pada masa lalu, juga karena saya sering berada di tim yang bermain lewat serangan balik. Namun, tim nasional telah mewajibkan saya untuk menyesuaikan gaya bermain saya,” tambahnya.
“Bersama Belgia, kami dengan cepat menjadi tim yang memiliki penguasaan bola paling banyak dan membuat ruang paling sedikit (untuk dieksploitasi lawan)," kata Lukaku.
"Roberto Martinez melakukan semua yang dia bisa untuk membuat saya merasa lebih nyaman dengan punggung saya menghadap gawang, baik dengan tim nasional dan sewaktu di Everton,” tambah Lukaku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/shaktar-vs-inter-0-0.jpg)