Kabar Pelatih

Pandangan Mukti Ali Raja soal Pembinaan Sepakbola Usia Dini

Menurut Mukti Ali Raja, pembinaan sepak bola usia dini membutuhkan pelatih berkualitas serta kaya akan pengalaman

Istimewa
Mukti Ali Raja, Pelatih Kiper Persita Tangerang 

WARTAKOTALIVE.COM,TANGERANG--Pelatih kiper Persita Tangerang, Mukti Ali Raja punya pandangan tersendiri soal pembinaan sepak bola usia dini.

Menurut pelatih kelahiran Sulawesi Selatan ini, pembinaan sepak bola usia dini membutuhkan pelatih berkualitas serta kaya akan pengalaman dan mampu sebagai sosok ayah dan teman bagi siswa didik.

Saat ditemui di diklat Paku Jaya, saat dirinya melatih usia dini di Diklat Paku Jaya, pelatih yang kaya akan pengalaman ini, mengaku iri dengan sistem pembinaan usia dini terutama di Belanda.

"Di sana orang-orang fokus pada usia dini, boleh dibilang masternya atau profesor bolanya bekerja untuk usia dini, sehingga ketika mereka naik ke level di atasnya, siswa didik sudah paham akan teknik dasar bahkan punya skill, hanya butuh di poles taktiknya oleh pelatih," ucapnya kepada Warta Kota, Senin (21/12/2020).

Baca juga: Pelatih Kiper Persita Mukti Ali Raja Sebut Sepak Bola Putri Punya Peluang Maju

Di Indonesia, justru sulit untuk mendapatkan pelatih mumpuni yang mau melatih SSB.

Tak hanya itu, Mukti pun memberikan perbedaan jenjang setelah lulus dari SSB, yaitu PPLP (pusat pendidikan dan latihan olahraga pelajar). 

Di negara tetangga, Malaysia sejenis PPLP sudah ada sejak usia 14 tahun.

Hal berbeda justru terjadi di Indonesia dimana 16 atau17 tahun (lulus SMP).

"Kita lebih fokus di atas usia dini  dan sering lalai bagaimana pentingnya pembinaan di usia dini. Akhirnya yang terjadi adalah pelatih diatasnya kembali harus mengajarkan teknik-teknik dasar. Padahal seharusnya itu di dapat di SSB, Diklat atau Akademi usia dini," tutupnya.

Baca juga: Kompetisi Vakum, Pelatih Kiper Persita Mukti Ali Raja Jadi Scouting Kiper PPLM Putri

Namun, Mukti mengakui tak mudah untuk melatih SSB, meski seorang pelatih punya lisensi mumpuni.

"Saya pun kesulitan. Pelatih di usia dini harus bisa menjadi teman sekaligus sosok ayah bagi anak-anak, bisa membaca karakter anak-anak, sehingga dalam latihan itu, proses belajar seakan proses bermain bagi anak-anak," sambungnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved