Rabu, 22 April 2026

Berita Bogor

Ini Tips Budidaya Kutu Air yang Bagus dan Aman Bagi Kulit dari Pengusaha Kutu Air Bogor

Ini tips beternak kutu air yang melimpah dan aman bagi Kulit dari pengusaha kutu air Bogor

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive.com/Yudistira Wanne
Ini tips beternak kutu air yang melimpah dan aman bagi Kulit dari pengusaha kutu air Bogor 

WARTAKOTALIVE.COM, CITEUREUP - Peternak kutu air, Asep mengaku bahwa dirinya tidak pernah mengalami iritasi kulit atau gatal-gatal ketika sedang mencari kutu air di sawah.

Peternak kutu air yang ada di Desa Citeureup, Kampung Jagal, Kabupaten Bogor itu menjelaskan bahwa bentuk kutu air itu serupa dengan kutu pada rambut.

"Alhamdulillah saya tidak pernah gatal-gatal atau iritasi ketika terkena kutu air saat mengambil kutu air di sawah untuk diternakkan. Kalau bentuknya kecil, tapi hampir sama seperti kutu rambut," ujarnya, Selasa (22/12/2020).

Lebih lanjut, Asep membeberkan bahwa menernak kutu air merupakan sesuatu hal yang mudah, asalkan mengetahui bagaimana cara menernaknya dengan baik.

"Yang jelas kutu air diletakkan  di suatu wadah yang lebar tapi jangan terlalu dalam. Kemudian juga jangan terkena sinar matahari," jelasnya.

Sementara itu, untuk menernak kutu air menjadi lebih banyak, biasanya Asep menambahkan beberapa kotoran hewan.

"Kalau untuk ternakkan biasanya saya menggunakan kotoran burung puyuh atau sayuran yang sudah layu. Itu sangat bagus. Diamkan dalam waktu beberapa hari," ungkapnya.

Sukses dengan Kutu Air

Kutu air yang menjadi sumber penyakit kulit di kaki ternyata membawa berkah bagi Asep.  Dia membuat peternakan kutu air di Kampung Jagal, Citeureup, Kabupaten Bogor.

Asep membuat peternakan kutu air untuk makan ikan hias. Salah satunya ikan cupang.

Kutu air banyak diburu pecinta ikan cupang lantaran sebagai makanan yang dapat mempercantik warna ikan cupang.

Usaha yang dilakukan Asep di tengah pandemi Covid-19 itu pun sukses. 

Asep mengatakan, ide awal membudidayakan kutu air saat pandemi covid-19 berlangsung.

"Ide awalnya sih coba-coba, tapi alhamdulillah hasil melimpah seperti ini. Dari awal musim pandemi awalnya, saya mencoba," kata Asep, Selasa (22/12/2020).

"Saya ambil kutu air langsung di sawah. Kemudian hasil melimpah dan banyak pelanggan," tambahnya.

Baca juga: Hari Ibu, Pedagang Bunga di Kota Bogor Kebanjiran Order, Bunga Mawar Paling Banyak Diburu Konsumen

Terkait proses pengambilan kutu air, Asep mengaku bahwa kutu air mudah didapatkan saat musim panas.

"Proses pengambilannya itu kita menggunakan serokan dan ember. Kesulitannya itu saat musim hujan, perbedaan cuaca. Kadang-kadang kutu air sulit didapatkan saat musim hujan," jelasnya.

Asep menegaskan bahwa waktu yang paling tepat untuk mengambil kutu air yakni pada malam hari.

"Malam hari. Karena saat malam hari itu waktunya mereka berkembang biak dan itu waktunya panen. Kalau siang, itu kita ngejar matahari jadi kutu air itu turun ke dasar," jelasnya.

Terkait kutu air yang bagus, Asep membeberkan bahwa yang paling bagus untuk pakan ikan cupang adalah terkait jenis tertentu.

"Kutu air yang paling bagus itu warna merah. Pokoknya jenis DM aja (Davia Magma) yang bagus untuk cupang. Jadi itu berpengaruh untuk warna cupang," paparnya.

Untuk distribusi, Asep memaparkan bahwa dia biasa menjual kutu air dengan harga Rp 10 ribu 

"Kalau berapa banyaknya sih saya kurang tahu, kemungkinan selalu ada alhamdulillah banyak. Distribusi itu kita main eceran saja, Rp 10 ribu, secukupnya saja. Biasa main takeran," tandasnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved