Breaking News:

Pilkada Serentak

Harapkan Pilkada Asmat Jujur dan Adil, Paslon Aituru-Jakfu Boyong Bukti Kecurangan ke MK

Harapkan Pilkada Asmat Jujur dan Asil, Paslon Aituru-Jakfu Boyong Bukti Kecurangan ke MK. Berikut Selengkapnya

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Boni Jakfu, calon wakil bupati pasangan nomor urut 2 Aituru - Jakfu (Aijak) 

"Sementara saksi dan para pendukung paslon nomor urut 2 tak diberikan kesempatan untuk mencoblos," tuturnya.

“Saya sampai menemui Ketua KPU Kabupaten Asmat untuk meminta klarifikasi atas penolakan terhadap kubu kami di TPS tersebut. Kami ingin hak politik kami dihargai secara benar. Tapi KPU tak memberikan jawaban yang memuaskan,” kata Jakfu.
 

Baca juga: Operasi Lilin Jaya 2020, Polda Metro Jaya Siagakan 8.179 Personel Gabungan

Karenanya, sebagai putra asli Asmat, Jakfu mengaku sangat sedih dengan proses kecurangan yang banyak dilakukan calon petahana di Pilkada Asmat 2020.

Apalagi kecurangan dilakukan secara terbuka tanpa ada pengawasan yang baik dari pihak Panwaslu setempat.

“Kami ingin perjuangkan harapan masyarakat untuk menjadikan Kabupaten Asmat sebagai kabupaten yang kondusif dan demokratis. Kami tak ingin ada perjumpaan air mata di tanah Asmat," kata dia.

Karena itulah kata Jakfu, pihaknya akan berjuang habis-habisan lewat jalur hukum untuk mendapatkan kemenangan atas harapan masyarakat Asmat dan juga kemenangan atas hak politik para pendukungnya.

Baca juga: Aktivis Tuding Rapat Dengar Pendapat DPRD dengan Dinkes Kota Tangerang tidak Transparan

Sebelumnya diberitakan, dugaan kecurangan Pilkada Kabupaten Asmat dan viralnya video oknum anggota KPPS yang mencoblos kertas suara untuk memenangkan pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Elisa Kambu-Thomas Eppe Safa, membuat kubu lawannya yakni paslon nomor urut 2, Yulianus Payzon Aituru-Bonifasius Jakfu membuat laporan ke Bawaslu Pusat serta membawa bukti kecurangan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Yulianus Aituru berharap laporan kecurangan kasus pilkada yang merugikan dirinya bisa diusut dan dituntaskan sebaik-baiknya. 

Ia juga meminta agar Bawaslu jangan cuma fokus menyelesaikan kasus kecurangan yang videonya viral saja. "Sebab masih ada banyak bukti kecurangan dari paslon nomor urut 1 dalam Pilkada Kabupaten Asmat yang bisa didapat," kata Yulianus Payzon Aituru, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (19/12/2020).

Dalam pertemuan dengan empat komisioner Bawaslu beberapa hari lalu Yulianus Aituru mengaku sudah memberikan sejumlah catatan kecurangan paslon nomor urut 1.

"Kami minta Bawaslu tegas menyelesaikan semua kecurangan yang dilakukan paslon nomor urut 1 karena sudah sangat merugikan kami dari paslon nomor urut 2. Jangan cuma kasus video yang viral saja yang diselesaikan,” katanya.

Selain melaporkan kecurangan dan meminta ketegasan Bawaslu, kata Aituru, dalam pertemuan itu pihaknya juga memberi catatan kinerja Panwas yang tidak maksimal pada Pilkada Asmat 2020.

Menurut Aituru, berbagai pelanggaran yang menguntungkan paslon nomor urut 1 banyak terjadi di TPS, namun oleh Panwas terkesan dibiarkan.

“Karena kami di daerah terpencil jadi kurang terkontrol oleh provinsi dan pusat, juga media massa. Praktik money politik jadi mudah dilakukan karena tidak ada pengawasan dan kontrol ketat dari pusat, provinsi, dan juga media massa di sana,” keluhnya.

Tak hanya itu. Aituru menyatakan pihaknya juga akan membawa semua bukti kecurangan paslon nomor urut 1 ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar disidangkan dan diputuskan.

Terlebih selisih suara pihaknya dengan paslon nomor urut 1 sesuai perhitungan KPU, terbilang tipis yakni cuma sekitar 7.000 suara. (bum)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved