Serie A
Zlatan Ibrahimovic Lebih Kuat dari Singa dan tidak Bisa Dijinakkan
Zlatan Ibrahimovic mengklaim dirinya lebih baik dari Benjamin Button, tokoh fiksi yang fisiknya digambarkan menjadi muda pada saat usianya bertambah.
Penulis: Merdisikandar | Editor: Merdisikandar
Dia menyebut dirinya kebalikkan dari pesepak bola lainnya, yang semakin mengilap ketika seharusnya sudah memudar.
“Saya tidak melihat banyak pemain seusia saya yang, atau sedang, tampil seperti yang saya lakukan. Saat pemain berusia di atas 30 tahun, ketika seharusnya menurun dan mereka berhenti, tetapi di atas 30 tahu adalah momen ketika saya mulai menjadi lebih baik,” tuturnya.
“Saya mendengar atlet dari Amerika Serikat mengatakan, bahwa mereka menghabiskan lebih dari satu juta (dolar AS) untuk menjaga bentuk tubuh mereka. Saya 39. Saya bugar. Saya tampil di level tertinggi. Saya tidak menghabiskan uang sepeser pun untuk menjaga bentuk tubuh,“ tambahnya.
"Rahasianya bukanlah berapa banyak yang Anda habiskan, rahasianya ada di kepala Anda. Seberapa banyak Anda menginginkannya, seberapa banyak Anda bersedia berkorban. Itu rahasianya. Ini tentang mentalitas dan untuk itu tidak ada biaya apa pun,“ tutur Ibra.
Meski begitu, Ibrahimovic mengakui dirinya tidak bisa melawan hukum alam.
Dia menyatakan butuh waktu pemulihan yang lebih lama, tetapi pikiran yang lebih matang.
“Saya ingin memiliki otak Zlatan di dalam tubuh berusia 25 tahun! Saya lebih cepat lelah sekarang, dibandingkan ketika saya masih muda. Saya banyak tidur, karena saya perlu lebih banyak melakukan pemulihan,“ katanya.
“Katakanlah setelah pertandingan, sebelumnya mungkin butuh satu hari untuk pulih dan merasa baik serta benar-benar segar. Sekarang saya membutuhkan dua atau tiga hari dan itu normal untuk usia saya sekarang,“ tambah Ibra.
Diutarakan Ibra, saat ini dirinya belum berpikir untuk pensiun bermain sepak bola.
Katanya, selama dia masih bisa bermain sepak bola, maka dia akan bermain di level tertinggi.
“Pada hari ketika saya berhenti, saya tidak akan bermain lagi, karena saya perlu merasakan hidup ini. Saya perlu merasa balik memberikan sesuatu kepada hidup,“ katanya.
“Saya tidak ingin mendapatkan keuntungan apa pun, karena saya berusia 39 tahun dan mereka berkata, 'Hei, Anda melambat‘ dan sebagainya. Tidak, saya ingin Anda mempertimbangkan saya di tingkat kelas dunia dan membandingkan saya dengan orang lain, karena kemudian saya akan lebih mendorong diri saya sendiri,“ imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/tendangan-salto-zlatan-ibrahimovic.jpg)