Kamis, 30 April 2026

DKI Ubah Bansos Akibat Pandemi, Tak Lagi Sembako tapi BLT

Dengan uang yang diterima diharapkan masyarakat bisa membelanjakannya di warung-warung, pasar-pasar sekitar rumah, sehingga dapat menggerakkan ekonomi

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
Istimewa
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Ariza Patria bersama Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah dan Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, M. Anwar memantau jalannya pendistribusian bantuan sosial tahap kedua di RW 04 Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur pada Kamis (21/5/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta bakal mengubah bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat miskin dan rentan miskin akibat pandemi Covid-19 pada 2021 mendatang. Bantuan yang diberikan tak lagi sembako, tapi bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 300.000 per bulan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, rencana itu telah dibahas bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy beberapa waktu lalu. Saat itu, Ariza menghadiri rapat mewakili Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena terpapar Covid-19.

“Saya mewakili pak Gubernur membahas tentang persiapan bantuan untuk bansos di tahun 2021. Insya Allah bantuannya sesuai dengan petunjuk arahan dari pada pemerintah pusat, dari Menko pak Muhadjir dan pak Presiden serta pak Gubernur, kami semua alhamdulillah sepakat bantuan bansos 2021 dalam bentuk bantuan sosial tunai dalam bentuk uang yang nanti akan disampaikan langsung kepada warga yang mendapatkan bantuan,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Kamis (17/12/2020).

Baca juga: MUTU International Beri Sertifikat Manajemen Mutu dan Anti Penyuapan ke Konsulat Jenderal RI Osaka

Baca juga: PT Nusa Kirana Real Estate Kembali Raih Penghargaan di Baznas Award 2020

Ariza mengatakan, BLT akan diberikan selama enam bulan dari Januari 2020. Nilai bantuan yang diberikan sebesar Rp 300.000 per bulan.

“Insya Allah tetap Rp 300.000 per bulan, jumlah penerima dicek kembali karena sebelumnya 2,45 juta KK. Kemungkinan jumlahnya menurun karena sudah banyak warga Jakarta yang alhamdulillah bisa dapat bekerja kembali,” jelasnya.

Menurutnya, bantuan tersebut akan ditransfer melalui langsung kepada penerima melalui rekening Bank DKI dan PT Pos. Dia berharap, bantuan itu dapat meringankan warga yang berkategori miskin dan rentan miskin dalam menghadapi pandemi Covid-19. “Nilainya sudah fix Rp 300.000 per bulan selama enam bulan ke depan,” imbuhnya.

Pemprov DKI Jakarta membeberkan alasannya, mengubah bantuan sosial akibat pandemi Covid-19 dari sembako menjadi bantuan langsung tunai (BLT) Rp 300.000 per bulan. Alasan itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI pada Kamis (17/12/2020).

Baca juga: Nisa-Ku Jalani Hobi Bernyanyi Sembari Berbisnis Makanan Berlabel Makanku

Baca juga: Sektor Pertanian Tumbuh Tinggi di Tengah Pandemi, Mentan Syahrul Beri Penghargaan 6 Gubernur

“Itu sudah menjadi kebijakan, setelah ditimbang-timbang dengan berbagai pertimbangan. Bantuan sosial tunai lebih baik diberikan, sehingga yang pertama masyarakat mendapatkan haknya penuh tidak berkurang yaitu Rp 300.000 utuh,” kata Ariza.

Selain itu, kata dia, masyarakat juga dapat membelanjakan duit tersebut untuk kebutuhan mendasar seperti sembako. Dia berharap, masyarakat tidak menyalahgunakan uang tersebut untuk kepentingan lain selain sembako.

“Kemudian dengan uang yang diterima kami harapkan masyarakat bisa membelanjakannya di warung-warung, pasar-pasar sekitar rumah, sehingga dapat menggerakkan ekonomi di sekitar rumah masing-masing, lalu ada peningkatan pergerakan ekonomi,” jelasnya.

Baca juga: Dikira Musuhnya Geng Motor Gerombolan Remaja Bercelurit Serang Dua Pemuda di Kawasan Pondok Gede

Baca juga: DKI Libatkan Kemenhub untuk Rapid Antigen Pengendara Pribadi secara Acak

Dia memastikan, warga yang mendapat BLT dari Pemprov DKI Jakarta, tidak akan mendapatkan bantuan juga dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. Sebab Kementerian Sosial juga akan mengganti skema bansos untuk warga Jakarta, bukan lagi sembako tapi BLT.

“Sebetulnya sama, karena Rp 300.000 di tahun 2020 kan bentuknya sembako, itu termasuk distribusi dan packaging. Nanti akan dibagi, wilayah mana yang diberikan pemerintah pusat dan wilayah mana yang dari provinsi,” ungkapnya.

Bagi warga yang tidak memiliki rekening Bank DKI, kata dia, nantinya akan didata untuk dibuatkan rekening baru. Dinas Sosial DKI Jakarta akan mendata warga atau calon penerima BLT itu ke masyarakat. “Nanti Dinsos dan Bank DKI akan membuatkan rekening baru bagi yang belum punya rekening Bank DKI,” ujarnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved