Breaking News:

WFH

Pemprov DKI Dukung Saran Luhut Binsar Panjaitan soal 75 persen Warga WFH

Pemprov DKI Jakarta mendukung saran Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Panjaitan soal 75 persen warga WFH.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
Channel YouTube Karni Ilyas Club
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta mendukung saran Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Panjaitan soal 75 persen warga Jakarta bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Luhut mengusulkan agar sistem kerja tersebut dimulai pada 18 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 usai libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (TRIBUNNEWS/DANANG TRIATMOJO)

Sementara DKI Jakarta telah memberlakukan WFH di tempat kantoran atau perusahaan non-esensial sebesar 50 persen, sedangkan untuk perusahaan esensial 100 persen bekerja di luar rumah.

“Ya kami tentu mendukung kebijakan pak Menko. Kami di Pemprov DKI Jakarta minta semuanya WFH juga diatur dan dibatasi,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, di DPRD DKI Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Ariza mengatakan, selama masa pandemi Covid-19 DKI Jakarta telah memberlakukan kebijakan WFH.

Kebijakan ini tidak hanya berlaku di lingkungan kerja Pemprov DKI Jakarta, tapi di seluruh instansi, lembaga dan perusahaan yang ada di Ibu Kota.

“Kami minta seluruhnya patuh dan kami akan meningkatkan lagi operasi yustisi khususnya menyambut tahun baru 2021,” ujar Ariza.

Menurutnya, operasi yustisi yang digelar Satpol PP DKI bersama perangkat wilayah dilakukan untuk menghindari adanya kerumunan.

Ilustrasi protokol kesehatan sebelum masuk kantor.
Ilustrasi protokol kesehatan sebelum masuk kantor. (Ist/Jamkesnews)

Mereka juga bertugas mengingatkan dan memberikan sanksi kepada orang atau perusahaan yang melanggar protokol kesehatan. Salah satunya adalah 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Kita tahu masa liburan selama ini menimbulkan peningkatan Covid-19 karena itu kami telah mengantisipasi dan menyiapkan berbagai rencana aksi dan harus didukung masyarakat,” jelasnya. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved