Breaking News:

Ketua DPRD DKI Berang, Ancam Laporkan Pembuat Soal Ujian Anies Diejek Mega ke Polda Metro

Kekesalan itu disampaikan Prasetyo saat rapat Komisi E DPRD DKI Jakarta pada Selasa (15/12/2020) siang.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi di DPRD DKI Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi berang dengan sikap Sukirno, guru SMPN 250 Jakarta Selatan.

Sebab dia membuat soal ujian mengenai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diejek Mega, namun Anies tak pernah marah.

Kekesalan itu disampaikan Prasetyo saat rapat Komisi E DPRD DKI Jakarta pada Selasa (15/12/2020) siang.

Baca juga: 7 Kejanggalan dalam Kasus Penembakan 6 Anggota FPI di Tol Cikampek Menurut IPW

Baca juga: Melihat Dua Versi antara Polisi dan FPI, Terkait Kasus Penembakan Pengawal Habib Rizieq di Tol

Baca juga: Adakah CCTV yang Merekam Kejadian Polisi Tembak 6 Pengawal Habib Rizieq di Tol? ini kata Jasa Marga

Saat itu, Komisi E DPRD DKI Jakarta memanggil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana beserta pihak sekolah SMPN 250 Jakarta Selatan dan SMAN 58 Jakarta Timur atas kasus rasis dan soal ujian bernuansa politik.

“Kok bisa membuat satu soal yang mungkin di otak bapak itu bukan provokasi, tapi setelah dibaca itu kan sebuah doktrin. Saya akan melaporkan bapak ke kepolisian sekarang, saya akan datang ke Polda Metro Jaya dan saya akan meminta pertanggung jawaban bapak,” tegas Prasetyo yang turut hadir dalam rapat Komisi E DPRD DKI Jakarta.

Politisi Partai PDI Perjuangan ini mengaku, awalnya tidak terpikirkan bahwa Mega yang dimaksud adalah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Namun saat soal ujian tersebut viral di media sosial, masyarakat mengaitkan bahwa Mega yang dimaksud adalah mantan Presiden RI kelima itu.

“Membuat soal itu apa kepala sekolah nggak tahu? Menyebut Gubernur Anies dengan Ibu Megawati? Ibu Megawati yang saya tahu adalah Ibu Megawati Soekarnoputri, tetapi karena di sini ada bahasa Gubernur dan di sampingnya ada Megawati ini kan menarik sekali untuk doktrin anak kecil,” kata Prasetyo.

Sementara itu, Sukirno selaku yang membuat soal ujian, mengaku tidak sengaja dan tidak berniat untuk menyinggung nama Anies Baswedan dengan Megawati Soekarnoputri.

“Spontanitas saja pak,” ujar Sukirno.

Seperti diketahui, Komisi E DPRD DKI Jakarta memanggil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana beserta dua kepala sekolah pada Selasa (15/12/2020) pukul 14.00 WIB.

Mereka dipanggil untuk diminta klarifikasi buntut dugaan kasus rasis dan soal ujian yang sarat dengan nuansa politik.

Baca juga: Lelaki Mengaku Orangtua Anggota FPI yang Tewas Ditembak Sambangi Markas FPI, Ini Maksudnya

Baca juga: Kapolri Perintahkan Anggotanya Pakai Helm, Rompi Anti Peluru, dan Bersenjata, Ada Apa?

Baca juga: Viral Rekaman 20 Menit, Diduga Voice Note 6 Pengawal Habib Rizieq yang Tewas Ditembak di Tol

Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Johnny Simanjuntak mengatakan, mereka dipanggil untuk diminta klarifikasi atas polemik dugaan rasis di SMAN 58 Jakarta Timur dan soal ujian bernuansa politik di SMPN 250 Jakarta Selatan yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sebagai lembaga pendidikan, harusnya sekolah bersikap netral dan menjunjung tinggi perbedaan.

“Ada dua hal yang menjadi topik, pertama perilaku rasial guru di SMAN 58 dan bahan ujian untuk siswa SMPN 250 yang tidak edukatif,” kata Jhonny pada Selasa (15/12/2020). (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved