Selasa, 7 April 2026

Bisnis

Sambut Era Cara Bekerja Hybrid, Peran Digital Collaboration Tools Diprediksi Makin Penting

Dengan konsep yang fleksibel, penerapan model kerja hybrid membuka kemungkinan peningkatan produktivitas karyawan.

Editor: Ichwan Chasani
istimewa
DR. Devie Rahmawati, Peneliti Sosial dan Komunikasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Peran digital collaboration tools diperkirakan menjadi semakin krusial bagi masyarakat dalam menjaga produktivitas, khususnya di masa post normal ke depan.

Sebab, hasil penelitian dari Cisco menunjukkan bahwa 58 persen karyawan akan bekerja dari rumah selama 8 hari atau lebih setiap bulan pascapandemi Covid-19.

Hal ini membuat para pekerja dihadapkan dengan penerapan hybrid working saat masyarakat mulai banyak melakukan berbagai aktivitas di luar rumah.

Di era new normal yang sudah berlangsung selama beberapa bulan, konsep bekerja secara remote terbukti cocok dan efektif untuk mengatasi ketidakpastian terkait penularan virus corona.

Meski demikian, tidak semua karyawan atau divisi tertentu bisa terus-menerus bekerja dari rumah. Lalu, apakah masyarakat akan kembali pada kebiasaan sebelum adanya pandemi?

Hal tersebut dijawab oleh para ahli di berbagai bidang dalam acara Lark end-of-year media gathering yang dilakukan secara virtual, Senin (14/12/2020).

Roestiandi Tsamanov, CEO Rumah Siap Kerja.
Roestiandi Tsamanov, CEO Rumah Siap Kerja. (istimewa)

Akselerasi transformasi digital

DR. Devie Rahmawati, Peneliti Sosial dan Komunikasi meyakini bahwa situasi pandemi Covid-19 adalah jembatan terhadap masa depan dan akselerator untuk transformasi digital.

Dia menilai, situasinya tidak akan kembali seperti sebelum adanya pandemi, namun masyarakat akan terus beradaptasi pada perubahan zaman dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, masyarakat kini telah menjadi pribadi yang adaptif di tengah ketidakpastian akan pandemi dengan beradaptasi pada perubahan melalui cara-cara baru untuk menjalani aktivitas kesehariannya.

“Mulai dari penerapan cara bekerja dari rumah, sekarang masyarakat mulai menyongsong penerapan model kerja hybrid atau disebut dengan hybrid working yang membuka kemungkinan untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Dengan konsep yang fleksibel, model kerja ini muncul sebagai jawaban terhadap era baru," kata Devie.

Fenomena di atas diperkuat dengan hasil penelitian terkini dari Cisco yang menunjukkan bahwa meningkatnya cara bekerja hybrid berdampak pada operasional perusahaan.

Diprediksi, 77 persen organisasi besar akan meningkatkan fleksibilitas kerja, sementara 53 persen organisasi besar akan memperkecil ukuran kantor.

Namun, penerapan hybrid working bukan semata-mata hanya bagaimana sebuah usaha mengubah struktur organisasi dan penempatan strategis (strategic positioning), tapi juga memberikan efek pada semua level dalam bisnis seperti pengaturan tugas, aktivitas, proses manajemen, dan penguasaan teknologi.

Kombinasi kompetensi dan teknologi

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved