Sabtu, 25 April 2026

Investasi

Harga Emas Batangan PT Antam Hari ini Naik 7.000 Menjadi Rp 966.000 Per Gram, Ini Penyebabnya

Harga emas batangan Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik pada Selasa (8/12/2020).

KOMPAS/LASTI KURNIA)
Harga emas batangan Selasa 8/12/2020 naik 7.000 foto: emas batangan dijual di toko emas Cantik di Pasar Tebet, Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Harga emas batangan Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik pada Selasa (8/12/2020).

Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 966.000.

Harga emas Antam ini melonjak Rp 7.000 dari harga Senin (7/12) yang berada di level Rp 959.000 per gram.

Sementara harga buyback emas Antam naik Rp 9.000 menjadi sebesar Rp 846.000 per gram.

Baca juga: Harga Emas Hari ini Turun 1.000 Menjadi Rp 959.000 Per Gram Cek Tabel Sebelum Membeli

Baca juga: Pakar Jelaskan Penyebab Harga Emas Terus Turun, Pemilik Emas Harus Putuskan Ini

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Selasa (8/12) dan belum termasuk pajak:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 533.000
  • Harga emas 1 gram: Rp 966.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 4.605.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 9.155.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 22.762.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 45.445.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 90.812.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 226.765.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 453.320.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 906.600.000

Keterangan:

Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam beberapa ukuran berat (misalnya 1 gram, 2 gram, dan 500 gram).

Biasanya harga per gram emas Antam akan berbeda tergantung berat batangnya.

Perbedaan ini terjadi karena ada biaya tambahan untuk pencetakan, sehingga harga per gram emas Antam batang kecil lebih mahal dari batang yang lebih besar.

Harga yang ada di sini adalah harga per gram emas batang 1 kilogram yang biasa dijadikan patokan pelaku bisnis emas.

Ada sejumlah faktor penyebab harga emas naik. Dikutip dari investopedia, berikut faktornya:

1. Inflasi 

Harga emas digerakkan oleh kombinasi penawaran, permintaan, dan perilaku investor. Meski tampaknya cukup sederhana, faktor-faktor tersebut bekerja bersama.

Misalnya, banyak investor menganggap emas sebagai lindung nilai inflasi. Hal itu masuk akal karena uang kertas bisa mengalami penurunan nilai, sementara emas relatif konstan.

Kebetulan, penambangan emas tidak menambah banyak pasokan dari tahun ke tahun.

Sehingga, masyarakat lebih memilih mengamankan aset mereka dalam bentuk emas dibanding uang lantaran nilainya tidak tergerus inflasi. 

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved