IKAPPI: Berharap Pemerintah Pusat Berikan Stimulus Kepada Pedagang
Sejak awal pandemi muncul, hingga saat ini pasar merupakan tempat yang dikhawatirkan terus menjadi tempat penularan virus tersebut.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebanyak 150 pedagang pasar di Jakarta secara akumulasi terkena Covid-19. Bahkan empat di antaranya meninggal dunia akibat virus asal Kota Wuhan, China tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) yang memantau penyebaran Covid-19 di pasar tradisional di seluruh daerah Indonesia. Kasus penyebaran Covid-19 di pedagang di Jakarta, berada di urutan kedua dengan tingkat teratas di wilayah Jawa Tengah.
Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI, Reynaldi Sarijowan mengatakan, pedagang pasar tradisional menjadi salah satu yang berisiko terpapar virus corona. Sejak awal pandemi muncul, hingga saat ini pasar merupakan tempat yang dikhawatirkan terus menjadi tempat penularan virus tersebut.
Baca juga: Satimah Akui Banjir yang Menerjang Permukiman Kebon Pala Tidak Cepat Surut
Baca juga: KPU Kota Tangsel Sebut Tiga TPS Bakal Layani Pemilih di RLC Kota Tangsel
“Berdasarkan data dari IKAPPI, menunjukkan terus terjadi peningkatan jumlah pedagang pasar yang terpapar virus corona dan tingkat kematian yang tinggi sejak dua bulan terakhir di Indonesia,” kata Reynaldi berdasarkan keterangan yang diterima pada Senin (7/12/2020).
Menurutnya, total ada sekitar 1.762 pedagang pasar terpapar virus corona dengan total Kasus meninggal dunia sebesar 68 orang di seluruh wilayah Indonesia. IKAPPI mencatat Jateng menjadi provinsi tertinggi dengan jumlah 475 pedagang positif. Disusul DKI Jakarta mencapai 150 pedagang yang positif.
“Kami mendata kasus tersebut terdapat di 28 provinsi, 109 kab/kota dan terjadi di 286 pasar,” ungkapnya.
Baca juga: Bareskrim Polri Mulai Gelar Penyelidikan Laporan Putri Jusuf Kala atas Ferdinand Hutahean
Baca juga: Sedih tapi Nyata, Ini Cara Menikmati Tahun Baru 2021 saat Pandemi Virus Corona
Dia menilai, angka kematian yang mencapai 68 orang mengalami penambahan tiga orang, jika dibandingkan data pekan lalu yaitu 65 pedagang yang meninggal karena Covid-19. Adanya pedagang yang terpapar virus corona membuat pasar harus ditutup sementara.
Kasus pedagang terpapar Covid-19 membuat pasar ditutup sementara. Menurut data DPP IKAPPI sudah terdapat lebih dari 207 pasar yang pernah ditutup dan saat ini dalam proses penutupan karena Covid-19.
Penutupan pasar terakhir terjadi di Pasar Melati Medan Sumut dan Pasar Gisting Tanggamus, Lampung. Reynaldi mendorong pemerintah daerah bisa lebih fokus lagi pada protokol kesehatan dan memperkuat tes swab atau rapid test di pasar-pasar seluruh Indonesia.
Baca juga: Mirip Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibinong Mau Dijadikan Destinasi Wisata Edukasi, Ini Kata Bupati
Baca juga: Menaker Ida Fauziyah Terbitkan Aturan Libur Pilkada Bagi Pekerja dan Buruh
“Selain itu kami minta pada Pemerintah Pusat dan daerah dapat memberikan stimulus kepada para pedagang dalam menjaga agar pasar tradisional tetap bertahan. Sebab, pasar harus tetap berjalan sebagai penopang perekonomian daerah dan Pusat distribusi pangan Rakyat. Apalagi di masa resesi saat ini, dan dampak lalina akan sulit di hadapi pedagang,” jelasnya.
“Saat ini kami sedang berjuang agar ada peningkatan daya beli masyarakat, setelah ada penurunan omzet pedagang sekitar 55 sampai dengan 70 persen seluruh Indonesia, kami terus berusaha bertahan untuk menghadapi beberapa kondisi kedepan menghadapi Natal dan tahun baru. maka kami meminta kepada pemerintah untuk menjadikan pasar tradisional sebagai pusat pondasi perekonomian lokal atau perekonomian daerah sehingga kita bisa menjaga agar pasar dan perekonomian terus tumbuh,” lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pasar-kramatjati01.jpg)