Breaking News:

Satimah Akui Banjir yang Menerjang Permukiman Kebon Pala Tidak Cepat Surut

Banjir yang merendam pemukimannya terjadi akibat hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Minggu (6/12/2020)

Istimewa
Pemukiman warga di Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (7/12/2020) terendam banjir. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Permukiman warga yang berada di wilayah Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (7/12/2020) terendam banjir akibat luapan Kali Ciliwung.

Seorang warga setempat, Satimah, mengatakan banjir yang merendam pemukimannya terjadi akibat hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Minggu (6/12/2020). “Banjirnya sudah dari kemarin, sampai sekarang belum surut karena di Bogor hujan terus. Di sini juga hujannya deras,” katanya, Senin (7/12/2020).

Menurut Satimah, ketinggian air yang merendam permukiman warga di wilayah RW 04 dan RW 05 Kebon Pala berkisar 70 sentimeter. Melihat kondisi itu, Satimah mengatakan upaya Pemprov DKI Jakarta menargetkan banjir surut dalam waktu kurang dari enam jam belum menjadi kenyataan.

Baca juga: Polres Tangsel Layangkan Surat ke Tiap Timses Paslon, Isinya Jangan Kerahkan Massa Saat Pencoblosan

Baca juga: Jelang Pencoblosan Pilkada Depok 2020, Imam Budi Hartono Gelar Doa Bersama Bersihkan Diri

“Tapi sampai sekarang belum ada warga yang mengungsi. Nanti kalau sudah lebih dari dua meterlah mulai ada yang mengungsi,” ujarnya.

Satimah menambahkan pengalaman banjir luapan Kali Ciliwung selama berpuluh tahun membuat warga terbiasa menghadapi banjir. “Kemarin sore memang dapat informasi kalau (Bendungan) Katulampa Siaga 3. Tapi banjirnya nggak terlalu parah, kecuali kalau siaga 2 atau 1,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, M Insaf, dalam keterangan resmi, Senin (7/12/2020), mengatakan sejumlah RT di Jakarta Barat. Salah satunya di Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat dengan ketinggian air 10 cm hingga 30 cm.

Insaf mengatakan hingga pukul 09.00 tercatat ada 23 RT di Jakarta. Penyebab banjir di kawasan tersebut karena curah hujan yang tinggi. Selain itu beberapa wilayah di Jakarta juga terendam banjir seperti di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Di Jakarta Timur, lanjut Insaf, ada 22 RT terendam banjir dengan ketinggian 10 cm sampai 80 cm, seperti di Cawang, Kampung Melayu, dan Bidaracina. Cawang menjadi kawasan terparah terendam banjir yakni sedalam 60 cm sampai 80 cm.

Baca juga: Misteri Penemuan Mayat Pria Korban Mutilasi di Bekasi, Ini Kronologi dan Dugaan Waktu Pembunuhan

Baca juga: KPU Siap Gelar Pemungutan Suara Pilkada Serentak 2020 Pada Rabu 9 Desember

Hujan deras semalaman berdapak Pintu Air Manggarai di Jalan Tambak, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat dipenuhi sampah. Dalam proses pengangkutan sampah petugas Suku Dinas Lingkungan hidup Jakarta Pusat mengerahkan tujuh truk sampah.

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat Sunarto, mengatakan, sampah kiriman itu muncul sejak Minggu (6/12/2020) malam sekira pukul 21.00.

“Kami sudah mengangkut 25 kubik atau 25 ton sampah dari Pintu Air Manggarai. Diprediksi total sampah di Pintu Air Manggarai dapat mencapai sekira 150 kubik atau 150 ton sampah,” ujar Sunarto. Mayoritas sampah kiriman dari Bogor berupa bambu dan kayu. Sedangkan dari wilayah DKI Jakarta didominasi stirofoam dan plastik.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved