Berita Jakarta
Warga Jakarta Utara Jangan Panik Jika Terjadi Banjir, Ikuti Langkah Ini
Justru ada hal-hal yang harus dilakukan agar bencana alam itu tidak menimbulkan dampak besar bagi masyarakat.
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Feryanto Hadi
WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNGPRIOK--Masyarakat tidak perlu panik apabila terjadi musibah banjir di Jakarta Utara.
Justru ada hal-hal yang harus dilakukan agar bencana alam itu tidak menimbulkan dampak besar bagi masyarakat.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara Rahmat Kristanto menegaskan warga tidak perlu panik apabila bencana banjir melanda.
Baca juga: Di Depan Tim Pemburu Covid-19, Mayjen Dudung Bicara Ciri Pemimpin: Harus Berani Ambil Keputusan
Justru masyarakat harus berpikir secara tenang dan wajar agar dapat mengambil keputusan tepat dalam upaya menyelamatkan diri dan dokumen atau barang berharga lainnya.
"Yang paling penting jangan panik. Utamakan keselamatan diri, keluarga, dokumen atau barang berharga lainnya,” tegasnya, Jumat (4/12/2020).
Warga juga disarankan untuk mematikan aliran listrik rumah ketika terjadi banjir.
Baca juga: Benny Wenda Deklarasikan Kemerdekaan Papua Barat, Ansor-Banser Siap Pertahankan NKRI di Tanah Papua
Hal ni dilakukan agar tidak terjadi korsleting atau tersengat aliran listrik yang dapat mengalir melalui media air.
“Kalau ada indikasi banjir meninggi, segera lah untuk mematikan aliran listrik di rumah. Hindari sumber listrik seperti tiang listrik karena berpotensi tersengat aliran listrik,” katanya.
Selain itu warga disarankan menyimpan dokumen penting dalam satu tas. Hal ini supaya dokumen mudah dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi atau dibawa apabila ketinggian air bertambah.
Baca juga: Di Depan Tim Pemburu Covid-19, Mayjen Dudung Bicara Ciri Pemimpin: Harus Berani Ambil Keputusan
Begitu pun barang elektronik yang harus segera diamankan dari ketinggian banjir. Jangan sampai lupa melepas kabel listrik pada steker listrik guna menghindari sengatan listrik pada media air.
“Selanjutnya ikuti arahan tim tanggap bencana di lingkungan masing-masing dan apabila diarahkan mengungsi, agar mengikuti arahan tersebut,” kata Rahmat.
Sementara itu apabila ada anggota keluarga yang dalam perawatan Covid-19 agar menginfokan kepada tim tanggap bencana lingkungan agar tim penyelamatan dapat menyikapi hal tersebut.
“Utamakan keselamatan anak-anak, lansia atau warga yang sedang sakit,” tuturnya. (jhs)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/suasana-banjir-rob-di-kawasan-pelabuhan-muara-baru.jpg)