Selasa, 21 April 2026

Berita Nasional

Program Nasional RECP Ciptakan Industri Kompetitif dan Berkelanjutan, Hemat US $ 21,4 Juta per Tahun

Program Nasional RECP Ciptakan Industri Kompetitif dan Berkelanjutan, Hemat US $ 21,4 Juta per Tahun. Simak Paparannya

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Ilustrasi Produksi Tekstil 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Program National Resource Efficient and Cleaner Production Programme (RECP) di Indonesia berhasil memberikan manfaat penghematan sebesar US $ 21.428.982 per tahun.

Angka tersebut diungkapkan Remy Duvien dari Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO) merupakan pencapaian dari investasi pelaksanaan RECP sebesar US $ 10.243.279 sejak tahun 2012.

“Keberhasilan proyek RECP tidak akan mungkin terjadi tanpa adanya keterlibatan aktif dan komitmen kuat dari pemerintah Indonesia yaitu KLHK dan Kementerian Perindustrian," jelas Remy.

"Hal ini juga menunjukkan kompetensi dari mitra pelaksana UNIDO. Kami ingin berterima kasih kepada mitra-mitra kami di Indonesia atas kemitraan dan implementasi yang sangat baik selama ini,” tambahnya.

Program RECP di Indonesia dijalankan oleh United Nations for Industrial Development Organization (UNIDO) bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) selaku counterpart utama.

Selain itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan dukungan pendanaan dari Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO) / Kedutaan Besar Swiss.

Baca juga: Benny Wenda Deklarasikan Kemerdekaan Papua Barat, Ansor-Banser Siap Pertahankan NKRI di Tanah Papua

Atas kerjasama tersebut, perbaikan dirasakan oleh beberapa perusahaan penerima manfaat langsung, mulai dari efisiensi sumber daya hingga mengurangi intensitas pencemaran dengan menerapkan praktik RECP.

H&M, perusahaan mulltinasional untuk ritel pakaian misalnya.

Salah satu mitra RECP itu telah berkomitmen untuk menerapkan pendekatan RECP ke para pemasok mereka guna meningkatkan keberlanjutan dalam rantai pasokan mereka di Indonesia.

Baca juga: Keluarga Kru PO Bus Luragung Diintimidasi Sampai Anaknya Trauma, Ngakunya Polisi dari Polsek Gempol

"RECP telah menawarkan opsi untuk membantu perusahaan mengurangi biaya melalui efisiensi, pengurangan limbah, dan penggunaan ulang materi yang ada (reuse). Namun masih banyak hal yang perlu diperhatikan terkait insentif kebijakan untuk mendukung opsi ini bagi industri," jelas UNIDO Chief Technical Advisor for RECP Programme Indonesia, Salil Dutt.

"Ada beberapa perubahan peraturan yang bisa memberikan insentif yang efektif bagi penerapan RECP dan industri hijau dengan biaya yang rendah atau tanpa biaya pada instansi yang berwenang," paparnya.

Bersamaan dengan hal tersebut, Kepala Pusat Standardisasi (Pustanlinghut) KLHK, Noer Adi Wardojo mengungkapkan Pemerintah Indonesia juga telah mengadopsi strategi kebijakan yang kondusif.

Di antaranya perencanaan dan peraturan perundangan untuk isu Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan.

Selain itu, Industri Hijau dan Pariwisata Berkelanjutan.

Baca juga: Sadis, Dijejali Video Biru, Bocah Perempuan 11 Tahun Dicabuli Tetangga di Dalam Musala Bekasi Barat

“Tantangan selanjutnya adalah bagaimana caranya untuk terhubung dengan lembaga pembiayaan yang kini mulai memberikan skema pembiayaan untuk investasi yang lebih bersih dan lebih ramah lingkungan”, ujarnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved