Kriminalitas

Detik-detik Keluarga Kru PO Bus Luragung Diintimidasi Sekelompok Pria yang Mengaku Anggota Polisi

Detik-detik Keluarga Kru PO Bus Luragung Diintimidasi Sekelompok Pria yang Mengaku Anggota Polisi Polsek Gempol. Putranya hingga ketakutan.

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Kastiri (32) warga Kampung Cempeh, Lelea, Indramayu, Jawa Barat ketika didatangi sejumlah pria yang mengaku sebagai anggota Polsek Gempol pada Senin (23/11/2020). Sejumlah pria tersebut mengintimidasi dirinya hingga membuat anaknya trauma 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tidak hanya mengintimidasi secara langsung Kastiri (32) dan putranya, EVA (8), sekelompok pria yang mengaku berasal dari Polsek Gempol itu rupanya juga merekam aksi mereka.

Hal tersebut terlihat dalam kolom komentar Grup Facebook bernama 'PRIMAJASA KUNINGAN, CIREBON(HJM), CILEDUG(CIRTIM), BEKASI, BULUS POOL CIPUTAT' postingan pada tanggal 30 November 2020.

Seseorang bernama Alvero Rizki Ramadhan (Bay Stoon) mengunggah sebuah video detik-detik intimidasi terhadap istri kru PO Bus Luragung, Dolf Khaelany di kediamannya, warga Kampung Cempeh, Lelea, Indramayu, Jawa Barat pada Senin (23/11/2020) malam.

Dalam postingan tersebut Alvero Rizki Ramadhan menyebutkan pihaknya telah menangkap seorang kru PO Bus Luragung.

"Baru tertangkap satu kru tinggal 1 lagi," tulis Alvero Rizki Ramadhan pada 30 November 2020.

Dalam video yang diunggah dalam kolom komentar tersebut, Kastiri terlihat tengah diinterogasi oleh sejumlah pria.

Terekam ada dua orang pria yang berada di hadapan Kastiri dan putranya.

Seorang duduk dengan membusungkan dada, sedangkan seorang lainnya berdiri di hadapan putranya yang terlihat ketakutan berlindung di belakang Kastiri.

Sedangkan, seorang pria lainnya merekam kamera dengan sesekali menekan agar Kastiri dapat segera memberitahukan posisi suaminya.

Baca juga: Keluarga Kru PO Bus Luragung Diintimidasi Sampai Anaknya Trauma, Ngakunya Polisi dari Polsek Gempol

"Nggak beres ini, siapa yang suruh! Masalahnya diselesain dulu!," ungkap seorang pria dalam rekaman dengan nada tinggi.

Menanggapi pernyataan tersebut, seorang pria lainnya menegaskan maksud kedatangan mereka yang hampir tengah malam.

Seorang pria tersebut berkilah kalau kedatangannya bukan untuk mengintimidasi, tetapi meluruskan permasalahan.

"Gimana nggak dirugikan, ini aja udah nggak jalan-jalan (kerja)," timpal Kastiri.

"Ya sampai selesai (permasalahan), makanya diselesaikan," celoteh pria lainnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved