Virus Corona

Apa Itu Long Covid? Depresi dan Nyeri Sendi Termasuk Gejalanya

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dr Agus Dwi Susanto mengatakan, saat ini muncul fenomena baru bernama long Covid.

AFP
Virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19, difoto pada 27 Februari 2020 oleh National Institutes of Health dari pasien Virus Corona di Amerika Serikat. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dr Agus Dwi Susanto mengatakan, saat ini muncul fenomena baru bernama long Covid.

Long Covid adalah suatu kondisi gejala-gejala yang muncul pada pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, berdasarkan hasil swab yang sudah negatif.

Gejala itu bisa muncul berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan dan menetap di dalam tubuh pasien yang telah negatif Covid-19.

Baca juga: Musim Libur Telah Tiba! Ayo Tampil Kompak Bareng Orang Tersayang dengan Charles & Keith

Hal itu disampaikan dr Agus saat diskusi bertajuk Mewaspadai Efek Jangka Panjang Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (3/12/2020).

"Itu yang disebut sebagai long Covid," kata dr Agus.

Agus pun menjelaskan sejumlah gejala yang mungkin muncul dari penderita long Covid.

Baca juga: BREAKING NEWS: Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah Positif Covid-19

Yakni, gejala kelelahan kronis, sesak napas, napas berat, termasuk juga gejala berdebar-debar yang terkait dengan jantung, serta nyeri-nyeri sendi dan nyeri otot.

Bahkan, Agus mendapati sejumlah pasien yang sudah sembuh dari Covid-19 mengalami depresi.

"Termasuk depresi pasca-Covid itu termasuk beberapa kriteria yang masuk di dalam long Covid itu," jelasnya.

Fungsi Paru-paru Menurun

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dr Agus Dwi Susanto mengatakan, paru-paru pasien long Covid mengalami Fibrosis.

Fibrosis ini menyebabkan oksigen tidak bisa masuk ke dalam paru-paru.

Akibatnya, pasien mengeluhkan napas yang berat. Hal itu bisa dilihat dari tes uji fungsi paru.

Baca juga: Bertahan Hidup di Hutan dan Gunung, Kelompok Teroris Ali Kalora Cs Kerap Rampas Makanan Warga

Sehingga, kata dr Agus, pasien tersebut didapati mengalami penurunan fungsi paru lebih dari 30 persen.

Hal itu disampaikan dr Agus saat diskusi bertajuk Mewaspadai Efek Jangka Panjang Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (3/12/2020).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved