Sabtu, 18 April 2026

Penyintas Covid 19

Setelah Sembuh dari Virus Corona Amelia Mega Fatimah Minta Masyarakat tak Abai Protokol Kesehatan

Amelia Mega Fatimah (21) mengaku perlu menghabiskan waktu sepekan lebih lamanya agar dapat sembuh dari infeksi Covid-19.

Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rizki Amana
Amel (21) saat dipulangkan dari RLC Kota Tangsel pada Senin, (30/11/2020). (Warta Kota/Rizki Amana) 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Amelia Mega Fatimah (21) mengaku perlu menghabiskan waktu sepekan lebih lamanya agar dapat sembuh dari infeksi Covid-19.

Remaja putri penyintas Covid-19 ini mengatakan awal mula dirinya didiagnosis terpapar virus corona usai berpergian dari lokasi tujuannya di luar wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). 

Lantas saat dirinya telah kembali ke kediamannya di kawasan Tangsel, ia mengaku baru merasakan gejala demi gejala infeksi Covid-19.

Gedung RLC Kota Tangsel yang berada di kawasan Tandon Ciater, Serpong, Kota Tangsel
Gedung RLC Kota Tangsel yang berada di kawasan Tandon Ciater, Serpong, Kota Tangsel (Wartakotalive.com/Rizki Amana)

"Sebelum ada gejala itu saya keluar kota, pas pulang ke Jakarta lagi saya naik bis yang padat sama penumpang," ujarnya, Senin (30/11/2020).

"Terus kebiasaan saya jarang cuci tangan pakai sabun, habis itu tiga hari saya baru sampai Jakarta ini, saya baru ada gejala, gejala saya ini hilangnya penciuman," kata Amel ini saat ditemui di Rumah Lawan Covid-19 (RLC) Kota Tangsel, Serpong.

Hilangnya indera penciumannya itu, Amel memutuskan untuk melakukan rapid test guna mendeteksi infeksi Covid-19.

Tak hanya sendiri, dirinya turut pula membawa lima anggota keluarganya untuk melakoni uji cepat virus corona itu. 

Namun, diagnosis dari uji cepat Covid-19 itu menghasilkan kondisi dirinya yang dinyatakan non reaktiif terpapar virus corona meski ia mengaku telah resah karena hilangnya indera peciuman miliknya. 

Tenaga Medis RLC Kota Tangsel bersama para penyintas covid-19 yang dipulangkan pada Jumat (6/11/2020). (Warta Kota/Rizki Amana)
Tenaga Medis RLC Kota Tangsel bersama para penyintas covid-19 yang dipulangkan pada Jumat (6/11/2020). (Warta Kota/Rizki Amana) (Warta Kota/Rizki Amana)

Belum mempercayai sepenuhnya hasil rapid test yang didapat, Amel bersama keluarga memutuskan untuk melakukan swab test Covid-19.

Hasil diagnosis uji usap Covid-19 itu pun menyatakan bila dirinya menjadi orang yang terinfeksi virus corona. 

"Setelah tiga hari yang saya rasakan tidak bisa mencium saya baru rapid test. Nah rapid test dengan papa saya, dan hasil saya ini non reaktif, namun hasil papa saya ini adalah reaktif. Ada keluarga reaktif saya baru rujuk ke Puskesmas untuk swab sekeluarga, di rumah ada lima orang, saya swab. Dari kelima orang swab hasil positif itu ada dua, saya dengan papa saya, mama dan kakak-kakak saya negatif. Akhirnya setelah hasil keluar pada hari Sabtu (21 November 2020) , Minggunya saya mulai di bawa ke RLC," kata Amel. 

Dirujuknya ia bersama sang ayah ke RLC Kota Tangsel langsung memotivasi dirinya untuk dapat sembuh dari penyakit menularkan itu. 

Menurutnya, rasa ingin sehat seperti semula terus bergejolak padanya hingga berimbas merubah pola hidup sehat yang ditekuninya. 

Para terapis dan karyawan Delta Spa and Lounge BSD City saat terjaring razia PSBB Kota Tangsel.
Para terapis dan karyawan Delta Spa and Lounge BSD City saat terjaring razia PSBB Kota Tangsel. (Warta Kota/Rizki Amana)

Sebab sebelum dinyatakan positif virus corona, Amel mengaku sempat acuh terhadap penerapan protokol kesehatan yang dianjurkan Pemerintah Indonesia untuk mencegah penularan pandemi Covid-19.

"Saya terpapar covid ini tuh rasa kesadaran diri saya tumbuh untuk menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan rajin membersihkan diri," ucapnya. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved