Breaking News:

Pandemi Virus Corona

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru RLC Kota Tangsel Terima Lonjakan Pasien Covid-19

Rumah Lawan Covid-19 Kota Tangerang Selatan (RLC Kota Tangsel) menyebut adanya pelonjakan kasus infeksi virus corona.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive.com/Rizki Amana
Koordinator RLC Kota Tangsel, Suhara Manullang. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Rumah Lawan Covid-19 Kota Tangerang Selatan (RLC Kota Tangsel) menyebut adanya pelonjakan kasus infeksi virus corona. 

Hal tersebut disampaikan Koordinator RLC Kota Tangsel, Suhara Manullang, saat ditemui di lokasi fasilitas kesehatan khusus penanganan Covid-19. 

Menurutnya, peningkatan tersebut dapat terlihat dari data pasien yang dirujuk ke RLC Kota Tangsel.

Gedung RLC Kota Tangsel yang berada di kawasan Tandon Ciater, Serpong, Kota Tangsel
Gedung RLC Kota Tangsel yang berada di kawasan Tandon Ciater, Serpong, Kota Tangsel (Wartakotalive.com/Rizki Amana)

"Perlu saya sampaikan memang beberapa minggu ini, terjadi lonjakan pasien. Di mana biasanya rata-rata yang masuk ke Rumah Lawan Covid-19 itu di bawah 10 sekarang sudah di atas 10 orang," kata Suhara saat ditemui di bilangan RLC Kota Tangsel, Serpong, Senin (30/11/2020).

Suhara menuturkan pihaknya terus mencatat ratusan pasien yang mendiami RLC Kota Tangsel dalam beberapa pekan terakhir. 

Bahkan, rekor terakhir pihaknya mencatat sebanyak 117 orang pernah menghuni d RLC Kota Tangsel

"Pada akhir bulan September 2020 itu pernah merawat 106 orang, akhir bulan November ini malah tercatat 117 orang," jelasnya. 

Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany bersama Koordinator RLC Kota Tangsel, Suhara Manullang saat memberikan surat sembuh dari infeksi covid-19 kepada mantan pasien RLC Kota Tangsel.
Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany bersama Koordinator RLC Kota Tangsel, Suhara Manullang saat memberikan surat sembuh dari infeksi covid-19 kepada mantan pasien RLC Kota Tangsel. (Warta Kota/Rizki Amana)

Guna mengantisipasi pelonjakan kasus, Suhara pun mengimbau masyarakat untuk secara ketat menerapkan protokol kesehatan jelang memasuki libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini. 

Pasalnya, ia mengaku sebagai garda terbelakang penanganan Covid-19 hanya dapat membantu secara penanganan medis. 

"Pada kesempatan ini kami di Rumah Lawan Covid-19 bukan garda terdepan sebetulnya, kami garda terbelakang. Garda terdepan itu bapak, ibu semua (masyarakat-red) termasuk tokoh-tokoh, Itu front depannya, jadi tolong ini protokol kesehatan dilakukan gitu. Karena kalau ini jebol, sulit menanganinya," pungkasnya. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved