Pilkada Tangsel

Pengamat Politik Sebut Debat Perdana Pilkada Tangsel tak Berimbas Terhadap Elektabilitas Paslon

Tiga pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah melalui tahapan debat perdana, Minggu (22/11/2020).

Penulis: Rizki Amana | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive/Nur Ichsan
Tiga bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan, Siti Nur Azizah-Ruhamaben, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan dan Muhammad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menjalani tes kesehatan di RSUD Kabupaten Tangerang, Selasa (8/9/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Tiga pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah melalui tahapan debat perdana, Minggu (22/11/2020). 

Berlalunya debat tersebut turut ditanggapi Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah Putra. 

Dedi menilai perhelatan debat perdana yang menghadirkan ketiga paslon yakni, Muhamad-Saraswati, Siti Nur Azizah-Ruhamaben, dan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan tak dapat berpengaruh besar terhadap para pemilih. 

Paslon nomor urut 3 di Pilkada 2020 Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan dalam perhelatan debat perdana Pilkada 2020 Kota Tangsel.
Paslon nomor urut 3 di Pilkada 2020 Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan dalam perhelatan debat perdana Pilkada 2020 Kota Tangsel. (Wartakotalive.com/Rizki Amana)

Menurutnya, pemaparan visi misi dari para calon terbilang normatif tanpa adanya pemaparan secara praktik yang bakal dilakoninya. 

"Secara umum tidak ada hal baru dan menonjol, meskipun Muhammad dan Benyamin terkesan lebih memahami kondisi," ujarnya, Rabu (25/11/2020).

"Hal ini pun normatif tidak membuat keduanya jauh lebih unggul dalam rencana dan strategi implementasi pembangunan ke depan," imbuh Dedi.

Selain itu, Dedi menuturkan normatifnya pemaparan visi misi dari paslon tak berimbas terhadap pemilih Pilkada 2020 Kota Tangsel. 

Paslon nomor urut 2, Siti Nur Azizah - Ruhamaben dalam kegiatan debat perdana Pilkada 2020 Kota Tangsel.
Paslon nomor urut 2, Siti Nur Azizah - Ruhamaben dalam kegiatan debat perdana Pilkada 2020 Kota Tangsel. (Warta Kota/Rizki Amana)

Sebab, ia menilai warga Tangsel lebih didominasi oleh pemilih tradisional atau lebih merujuk pemilih sosok kandidat yang telah lama dikenalnya.

"Dengan kondisi itu, tidak banyak mempengaruhi perubahan pemilih, terlebih karakter pemilih Tangsel sebagian besarnya ternyata pemilih tradisional, mereka menentukan lebih pada pengenalan dengan rentang waktu lama," pungkasnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved