Breaking News:

Kali CBL Bekasi Tercemar Berat Limbah Industri, Pemerintah dan DPRD Diminta Bertindak

Kali CBL Bekasi tercemar berat limbah industri sehingga Pemerintah Kota dan DPRD Bekasi diminta bertindak untuk menyelamatkannya.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Cikarang-Bekasi Laut (CBL) di Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi diduga tercemar limbah industri. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Kali Cikarang-Bekasi Laut (CBL) di Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi diduga tercemar limbah industri.

Hal itu terlihat dari kondisi air yang berwarna hitam, mengeluarkan busa serta bau. Kondisi ini diketahui telah bertahun-tahun terjadi.

Ketua Gerakan Untuk Lingkungan, Adrie Charviandi, menjelaskan aliran kanal buatan yang terhubung hingga Laut Jawa ini tercemar limbah sejak beberapa tahun lalu.

Baca juga: Warga Tambun Utara Geger Lihat Penampakan Buaya Ukuran Dua Meter di Kali CBL Bekasi

Bahkan dari hasil pengecekan laboratorium, kandungan air di Kali CBL sangat buruk tingkat pencemarannya cukup parah.

“Saya sudah mengecek laboratorium hingga dua kali, 2019 sama 2020. Hasilnya kandungan dari aliran yang dibuang ke CBL ini melebihi baku mutu, bahkan lebihnya jauh,” katanya, pada Rabu (25/11/2020).

Dari hasil penelusurannya juga, lanjut Adrie, ada temuan dua titik pipa besar yang berasal dari kawasan industri terpasang menuju ke Kali CBL.

Pipa tersebut diketahui milik salah satu kawasan industri terbesar di Kabupaten Bekasi serta milik perusahaan pengolahan kertas. Dari pipa tersebut keluar air berwarna keruh dan mengeluarkan bau tak sedap.

Baca juga: Kali Bekasi Tercemar Limbah Pabrik yang Diduga Beroperasi di Pinggir Sungai Cikeas

"Dugaan kuatnya sumbernya dari situ, menurut sejumlah warga juga dua pipa itu biasanya mengeluarkan air yang berbuih mengalir ke Kali CBL,"ungkapnya.

Adrie mengatakan, pihaknya telah dua kali melakukan uji laboratorium terhadap kandungan dari limbah yang dibuang itu. Hasilnya, kandungan limbah tergolong berat lantaran melebihi baku mutu.

“Salah satu kandungannya itu batas baku mutunya 200 miligram per liter, sedangkan yang terjadi, hasil laboratorium itu mencapai 1.200 miligram per liter. Jadi ini bukan lebih lagi, lebihnya banyak,” imbuh dia.

Siang tadi pimpinan maupun anggota DPRD Kabupaten Bekasi serta organisasi perangkat daerah telah melakukan peninjauan.

Baca juga: Warga Gusar Sungai Cisadane Tercemar Banyak Sampah

Diharapkan usai itu ada langkah yang diambil dalam penyelesaiannya pencemaran limbah di Kali CBL.

Diungkapkan Adrie, temuan ini sebenarnya telah dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Bekasi namun tak kunjung ditangani.

Jika usai peninjauan dewan juga tak ada tindakan yang dilakukan, maka disepakati akan dilaporkan ke Mabes Polri karena masuk dugaan tindak pidana tertentu (tipidter) yang ditangani oleh Badan Reserse Kriminal (Dir Tipidter Bareskrim).

"Sekarang dewan sudah turun, bisa dilihat sendiri kondisinya, kami sudah lapor pemda engga ada tindakan. Kami kawal jangan sampai berhenti di tengah jalan. Jika toh tidak tuntas, kami telah bersepakat untuk melaporkannya ke Mabes Polri karena dugaannya tipidter,” tandas dia.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved