Habib Rizieq Pulang
TNI Copot Baliho hingga Habib Rizieq Ditolak Banser, Anies Pamerkan Buku 'Bagaimana Demokrasi Mati'
TNI Copot Baliho hingga Habib Rizieq Ditolak Banser, Anies Pamerkan Buku 'Bagaimana Demokrasi Mati'. Buku itu Dipostingnya lewat akun instagramnya
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Fenomena pencopotan hingga perusakan baliho berisi dukungan kepada Habib Rizieq Shihab oleh Aparat TNI di sejumlah wilayah Ibu Kota hingga Penolakan Banser di Banten menuai kritik keras dari masyarakat.
Tidak terkecuali Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Lewat status instagramnya, @aniesbaswedan; pada Minggu (22/11/2020) pagi, Anies mengunggah sebuah potret dirinya tengah bersantai.
Dirinya yang mengenakan kemeja dan sarung bermotif kotak warna merah itu terlihat santai menikmati hari liburnya pada Minggu pagi.
Walau terlihat santai tanpa kesibukan berarti, kening wajahnya terlihat mengerut.
Dirinya terlihat serius membaca sebuah buku berjudul 'How Democracies die' yang dipegangnya.
Tidak banyak berkata-kata dalam kolom statusnya, Anies hanya menuliskan dua buah kalimat penyemangat.
Anies pun tidak menyoroti lebih jauh tentang gejolak yang timbul pasca kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Tanah Air pada Selasa (10/11/2020).
"Selamat pagi semua. Selamat menikmati Minggu pagi", tulis Anies Baswedan.
Habib Rizieq Ditolak Banser
Aksi penolakan Habib Rizieq yang dilakukan di alun-alun Serang, Banten, berbuntut panjang.
Sejumlah pondok pesantren, perkumpulan ormas Islam bahkan para jawara Banten mengecam keras aksi tersebut.
Pasalnya, selain menolak, massa aksi dianggap melakukan penghinaan terhadap Habib Rizieq.
Salah satunya dari spanduk yang dipampang yang menyebut Rizieq Shihab bukan habib dan bukan keturunan rasul.
Baca juga: Andre Rosiade Kritik TNI Copot Baliho, Denny Siregar Meledek: Ndre, Mending Grebek PSK Aja Yuk
Seperti diketahui, seperti dikutip dari Tribunbanten, sekitar 150 orang dari tiga organisasi masyarakat (ormas), yakni Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas), Jalak Banten dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU Banten melakukan aksi unjuk rasa penolakan kedatangan pimpinan ormas Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq di Banten.