Breaking News:

Petugas Segera Pasang Kamera Setelah Warga Menemukan Bangkai Hewan Ternak

Petugas BKSDA Subulussalam, Aceh, memasang camera trap untuk memantau harimau yang telah memangsa sapi milik warga.

istimewa
Gadis, harimau sumatera yang diselamatkan di Taman Nasional Batang Sumatera Utara tahun 2016. Harimau sumatera dilaporkan memangsa sapi milik warga di Desa Lae Motong, Subulussalam, Aceh, Sabtu (21/11/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, ACEH -- Penemuan bangkai tak utuh dari seekor sapi baru-baru ini, menggegerkan warga Desa Lae Motong, Kecamatan Penanggalan, Subulussalam, Aceh. Sapi tersebut dipastikan telah jadi korban terkaman harimau.

Atas kejadian itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Subulussalam, Aceh, memasang jebakan kamera atau camera trap untuk memantau harimau.

Pemasangan camera trap dilakukan sekitar 2 km dari permukiman penduduk di Desa Lae Motong, Kecamatan Penanggalan, Subulussalam, Sabtu (21/11/2020).

Riya Kamba, petugas BKSDA wilayah II Subulussalam yang turun ke lokasi membenarkan adanya temuan bangkai sapi korban terkaman harimau. Selain itu, petugas juga menemukan jejak kaki binatang buas tersebut.

BKSDA belum dapat memastikan jumlah harimau yang berkeliaran di dekat permukiman penduduk. Musababnya, jejak kaki yang ditemukan kurang jelas lantaran tersapu hujan. Tim BKSDA hanya memperkirakan jejak tersebut berasal dari harimau dewasa.

Hewan ternak yang diterkam hariamu adalah seekor sapi milik Gunawan Cibro, warga Desa Lae Motong. Sapi tersebut menghuni kandang yang berlokasi di kebun sawit sekitar 2 km dari permukiman warga. Diperkirakan, harimau datang ke kandang sapi itu antara tengah malam hingga dini hari.

Baca juga: Sebelum Meninggal, 4 Tanda Perpisahan Ini Sempat Disampaikan Ricky Yacobi kepada Teman-temannya

BKSDA juga berdiskusi dengan masyarakat terkait kondisi tersebut. “Kami dan pemilik ternak sapi akan berjaga di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Riya Kamba. Sebelumnya, pernah terjadi konflik antara harimau dengan manusia di Subulussalam dan baru reda sekitar empat bulan lalu.

Pendakian

Sementara itu, Kepala UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan, Ir Ramlan Barus mengatakan, pendakian Gunung Sibayak belum dibuka untuk umum. Ramlan menyatakan, pihaknya mengkhawatirkan harimau sumatera yang sempat muncul di wilayah Gunung Sibayak, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara.

Kepada para pendaki yang nekat masuk Gunung Sibayak, Ramlan mengimbau para pendaki berkelompok dan selalu waspada. "Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, kami sarankan agar semua pendaki jangan melakukan perjalanan sendiri dan seharusnya berkelompok," kata Ramlan, Kamis (12/11/2020).

Baca juga: Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka di SD dan SMP di Kota Bekasi Mulai 11 Januari 2021

Halaman
12
Editor: Ign Prayoga
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved